Angkasa Pura 2

PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek Siap Layani Arus Mudik Nataru, Ini Proyeksi Kendaraan yang Melintas dan Antisipasinya

KoridorJumat, 21 Desember 2018
IMG-20181221-WA0004

BEKASI (BeritaTrans.com) Manajemen PT Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek (Japek) siap mengantisipasi lonjakan arus mudik menjelang liburan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. BUMN jalan tol itu sudah menyiapkan SDM dan infrastruktur pendukung untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik Nataru nanti.

“Puncak arus mudik (peak season) Natal diproyeksikan terjadi besok, Sabtu (22/12/2018). Meski pergerakan pemudik sudah mulai terjadi sore dan malam ini,” kata GM Jasa Marga Jakarta-Cikampek Raddy R. Lukman kepada pers di kantornya, Bekasi Jumat (21/12/2018).

Sementara, puncak arus mudik Tahun Baru diproyeksikan terjadi Jumat-Sabtu tanggal 28-29 Desember 2018 mendatang. Sedang arus balik diperkirakan terjadi mulai tanggal 1 Januari 2019 siang dan sore hari.

Pada hari-hari biasa, kata Raddy, sekitar 54.000-55.000 kendaraan keluar Jakarta melalui Gerbang Tol Cikarang Utama (GT Cikarut). Pemudik tersebut mengarah ke Bandung yang paling dominan. Selebihnya ke Jawa Tengah dan Jawa Timur dari arah Jakarta.

“Tapi, saat peak season mudik Nataru ini, diproyeksikan arus kendaraan naik sampai 88.000 kendaraan. Oleh karenanya, kita siap sejumlah strategi, SDM serta infrastruktur pendukung khususnya di ruas tol Japek,” kata Raddy lagi.

Menggantisipasi lonjakan arus kendaraan menjelang Nataru tersebut, lanjut dia, manajemen PT JM Cabang Japek akan mengoptimalkan jalur termasuk membuka 27 pintu tol di GT Cikarut.

Raddy mengakui, memang akan ada peningkatan arus kendaraan melalui tol Japek ke arah timur Jakarta. “Tapi, jumlah itu masih dibawah arus mudik Lebaran 2018 yang mencapai 110.000 kendaraan per hari. Saat itu, dengan membuka 26 pintu tol masih cukup,” jelas dia.

“Jadi, kalau mudik Nataru diproyeksikan akan lebih baik karena proyeksi pengguna jalan tol Japek masih lebih kecil,” kilah Raddy.

Ganjil GenapTetap Berlaku

Menurut pejabat BUMN jalan tol itu, sesuai kebijakan yang berlaku, pembatasan ganjil-genap serta larangan truk beroperasi sampai jam 10.00 pagi tetap berlaku, di hari-hari kerja.

Menurutnya, kebijakan ganjil-genap di pintu tol dimulai dari Pintu Tol Tambun, Bekasi Timur dan Bekasi Barat. “Truk juga tetap dilarang operasi sampai jam 10.00 WIB,” terang Raddy.

“Namun dengan PM Kemenhub yang baru, saat ini sudah diberlakukan pembatasan kendaraan berat 14.000 ton atau lebih, dan kendaraan sumbu tiga atau lebih sudah berlaku.Termasuk di Jalan tol Japek.”

“Jadi, kebijakan tersebut akan berlaku optimal, sehingga arus lalu lintas di tol Japek saat arus mudik Natal dan mudik Tahun Baru nanti bisa dilayani dengan baik,” papar Raddy.

Khusus di ruas Tol Japek, selain Rest Area KM 19, sampai KM 57, juga ditambah Parking Bay di lima titik ke arah Cikampek. “Di tempat tersebut, bisa dimanfaatkan untuk istirahat, isi BBM, makan dan minum secukupnya,” terang Raddy.

Bukan hanya itu, pihak JA Cabang Japek juga akan RAMS (Reast Area Management System), yang akan digunakan untuk mengelola dan mengatur kendaraan yang akan istirahat atau cukup mengisi BBM. Semua akan dipandu dan melalui lajur mana sesuai keperluan masing-masing.

“Dari layan RAMS, akan diketahui space parkir yang masih tersedia dan titik lokasinya. Jika sudah penuh, maka akan ditutup dan disarankan istirahat di rest area berikutnya,” tegas Raddy.(helmi)

loading...