Angkasa Pura 2

Erupsi Gunung Anak Krakatau: Penerbangan di Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma Masih Aman

KokpitKamis, 27 Desember 2018
IMG-20181227-WA0000

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Operator Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dan Halim Perdanakusuma menyatakan pelayanan penerbangan masih normal. Tidak terganggu erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Alhamdulillah, (penerbangan) masih aman,” tutur Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Kamis (27/12/2018).

Dia menjelaskan abu vulkanik tidak sampai ke Bandara Soetta. Demikian halnya erupsi tidak mengganggu lalu lintas penerbangan. “Sehingga pelayanan di bandara pun normal-normal saja,” ungkapnya.

Meski demikian, dia mengutarakan manajemen Bandara Soetta dan Halim diminta untuk lebih waspada. “Korrdinasi antarinstansi, termasuk di dalamnya Airnav dan BMKG, harus lebih intesif lagi,” jelasnya.

Selain itu, dia mengingatkan agar seluruh jajaran PT Angkasa Pura II untuk berdoa bagi keselamatan bangsa dan negara, serta pelayanan penerbangan.

IMG-20181225-WA0004

NAIK STATUS

Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan warga akan potensi tsunami di Selat Sunda sering peningkatan status Gunung Anak Krakatau dari waspada level II menjadi level III atau siaga.

“BMKG merekomendasikan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di pantai pada radius 500 meter hingga 1 kilometer dari pantai untuk mengantisipasi tsunami susulan. Tsunami yang dibangkitkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau,” demikian peringatan BMKG seperti disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (27/12).

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi level III atau siaga terhitung mulai pukul 06.00 WIB pagi.

Sutopo mengatakan dari pengamatan Gunung Anak Krakatau hari ini pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas erupsi masih berlangsung, tremor terjadi terus menerus dengan amplitudo 8-32 milimeter (dominan 25 milimeter), dan terdengar dentuman suara letusan.

“PVMBG merekomendasikan masyarakat dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas di dalam radius 5 km dari puncak kawah karena berbahaya terkena dampak erupsi berupa lontaran batu pijar, awan panas dan abu vulkanik pekat,” kata Sutopo

Hujan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau mulai turun ke wilayah Banten. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada masyarakat untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah.

“Tetap berada di dalam rumah. Jika berada di luar rumah sebaiknya memakai masker agar tidak mengganggu pernapasan dan pakai kacamata agar tidak kelilipan di mata,” ungkap Sutopo, Rabu (26/12/2018).

Menurut dia, pergerakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengikuti arah angin yang didominasi menuju ke Barat Daya. Namun, kata Sutopo, pada ketinggian tertentu angin bergerak ke arah timur dengan membawa material vulkanik, sehingga wilayah Banten di sekitar Cilegon dan Serang terdampak hujan abu-abu tipis.

“Pada ketinggian tertentu angin ada yang ke arah timur sehingga membawa material erupsi Gunung Anak Krakatau,” ucap dia.