Angkasa Pura 2

Kemenhub Tes Narkoba Personel Penerbangan

Bandara Kokpit SDMKamis, 27 Desember 2018
IMG-20181215-WA0002

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan melalui Balai Kesehatan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara memeriksa personel penerbangan melaui tes narkoba untuk memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan.

Guna menjaga keselamatan penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara selaku regulator terus melakukan pengawasan kepada seluruh operator baik maskapai, pengelola bandara hingga pengelola lalu lintas penerbangan baik dari pembinaan hingga inspeksi langsung di lapangan (rampcheck).

Dirjen Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menjelaskan bahwa sesuai aturan penerbangan sipil, Annex 1 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) tentang Personel Licensing, setiap flight crew harus melakukan medical examination (medex) tiap enam bulan sekali di Balai Kesehatan yang sudah tersertifikasi.

“Selama masa angkutan udara Nataru, selain pengecekan kesehatan juga telah melakukan pemeriksaan narkoba kepada personel penerbangan yang akan bertugas,” jelas Polana di Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Dalam mengawal keselamatan penerbangan selama masa Nataru, Tim Balai Kesehatan Penerbangan telah melakukan tes narkoba secara random terhadap personel penerbangan di tujuh bandara.

Kepala Balai Kesehatan Penerbangan, Sri Murani yang sering disapa Rindu menambahkan, metode pemeriksaan yang digunakan kepada personel penerbangan tersebut.

“Metode pemeriksaan Urin narkoba meliputi tujuh parameter yaitu: THC, coccain, methamphetamin, amphetamin, ketamin, morphin, benzodiazepin,” tutur Rindu.

Pada 24 Desember, dilaksanakan di Bandara Soekarno Hatta, sebanyak 200 Flight Crew dan 43 personel ATC diperiksa. Di hari yang sama juga melakukan pemeriksaan di Bandara Halim dengan jumlah Flight Crew yang diperiksa 46 orang.

Sebelumnya, berturut turut pemeriksaan dilakukan di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (20/11) jumlah yang diperiksa adalah 94 Flight Crew, Bandara Juanda Surabaya (30/11) jumlah yang diperiksa sebanyak 97 Flight Crew, Bandara Hasanuddin Makassar (4/12) 92 Flight Crew, Bandara Ngurah Rai Bali (16/12) 98 Flight Crew dan Kualanamu Medan (21/12) dengan jumlah personel yang diperiksa sebanyak 96 Flight Crew. Seluruh hasil pemeriksaannya adalah negatif.

“Hasil pemeriksaan semuanya negatif. Ini menunjukan komitmen yang kuat dari para personel penerbangan untuk menjauhi dan tidak menggunakan barang haram yang efeknya buruk bagi kesehatan,” imbuh Polana.

Semua personel penerbangan harus bebas narkoba, dan bagi yang terbukti menggunakan narkoba akan diberikan sanksi sesuai dengan UU Nomor 1 tentang Penerbangan serta Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR). (omy)

loading...