Angkasa Pura 2

Korban Jiwa Mengancam di Tol, Djoko: Tegakkan Hukum di Jalan Tol

Aksi Polisi Koridor SDMSabtu, 29 Desember 2018
IMG-20181222-WA0077

20181229_103724

SEMARANG (BeritaTrans.com) – Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno, ST, MT kembali mengingatkan, masyarakat khususnya pengemudi di jalan tol TransJawa untuk waspada dan tetap menaati aturan lalu lintas yang berlaku.

“Jangan memacu kendaraan melebihi batas yang ditentukan, yaitu 100 km/ jam. Berbahaya, bagi diri sendiri dan juga pengguna jalan lainnya,” kata Djoko kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (29/12/2018).

Seperti diingatkan sebelumya, setelah tol TransJawa terhubung masalahnya pasti kecepatan. “Banyak pengemudi memacu kendraan melebihi batas itu dn sangat berbahaya,” kata dia menegaskan.

Dikatakan, kasus kecelakaan di jalan raya di tol Pejagan Cirebon tadi siang, (kemarin Jumat, 28/12/2018) kecelakaan dan menelan korban jiwa,” papar Djoko.

Dari laporan yang diterima, sebut dia, mobil naas itu dipacu dengan kecepatan kencang 100 km/ jam lebih dan ban pecah, sehingga mobil hancur setelah beberapa kali terguling.

“Akibatnya, kendaraan jungkir balik dan menelan korban jiwa yang dibawanya,” papar Djoko lagi.

Kasus-kasus seperti itu, menurut dia, akan kembali terjadi dan mengancam jiwa manusia. Bukan hanya orang lain, tapi juga pengguna kendaraan itu sendiri, bahkan pengemudinya juga.

“Dengan catatan, pengguna jalan masih terus melaju dengan melebihi kecepatan normal (maksimal 100 km/ jam) di tol,” terang Djoko.

Sosialisasi dan Penegakkan Hukum

Oleh karena itu, akademisi senior itu mendesak aparat keemanan dan penegak hukum kshusus POlri, Dinas Perhubungan (Dishub) di sepanjanag jalur tol TransJawa serta aparat lainnya menerapkan aturan batas kecepatan dengan ketat.

“Jika melaju melebihi kecepatan ditilang. Dengan begitu, di pengguna jalan lain akan berfikir ulang sebelum negbut meski di jalan tol,” urai Djoko.

Fakta membuktikan, setiap pembukaan ruas tol baru diikuti banyak kasus kecelakaan. “Tapi hal itu bisa dicegah,” aku dia.

“Sosisalisasi terus menerus. Dan diikuti tegakan hukum serta aturan secara adil dan konsisten. Melanggar batas keepaan ditindak,” tegas Djoko.(helmi)

loading...