Angkasa Pura 2

Monitoring Angkutan Nataru, Sahli LMK Tinjau 2 Terminal di Jawa Barat

KoridorSunday, 30 December 2018

IMG-20181230-WA0017

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Monitoring angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Transportasi Cris Kuntadi meninjau kesiapan dua terminal di Jawa Barat.

Pemantauan pertama dilakukan di dua terminal, yaitu terminal Leuwipanjang dan Cicaheum.

Kepala Terminal Leuwipanjang, Edi Kalbari menyatakan ramp check terus dilakukan setiap hari. Sebelum bus masuk terminal, penumpang sudah harus turun untuk dilakukan ramp check.

“Jika tidak memenuhi syarat bus tidak akan masuk ataupun jalan,” ungkap Edi saat melaporkan di lokasi.

Sayangnya masih terdapat beberapa temuan pada ramp check yang dilakukan di dua terminal yaitu terminal leuwipanjang dan cicaheum.

Cris didampingi tim penguji, Eki Kurniawan, memerikaa kelaikan bus di terminal dengan mengendarai bus secara langsung untuk mengecek kelaikan rem, whiper, speedo meter, lampu dan gigi roda.

Dari bus yang di ramp check ditemukan tidak ada safety belt pada kursi supir. Di samping itu ditemukan juga bis dengan sasis bagian tengahnya dipotong agar tempat bagasi lebih luas sehingga supir bisa tidur atau istirahat ketika berhenti di terminal.

“Hal ini bisa disebabkan karena tidak tersedia ruangan atau kamar istirahat untuk para pengemudi Bus,” ujar Cris di Bandung, Sabtu (29/12/2018).

Disisi lain, temuan di terminal Cicaheum terdapat bus dengan suspensi yang telah diganti dari semula pegas daun/per (RN) menjadi suspensi udara (RK).

“Secara kenyamanan bagus tapi secara keselamatan jadi berkurang,” jelasnya.

Penggantian suspensi sangat berpengaruh pada tipe sehungga harus dipastikan mengganti suspensi itu cocok tidak dengan tipe bus.

Cris juga menemukan adanya bus yang pintu belakangannya sempit, hanya separuh dari ukuran standar sehingga menyulitkan penumpang untuk naik turun penumpang.

“Ini kan berbahaya karena dalam kondisi darurat akan sulit untuk melakukan penyelamatan,” imbuh dia.

Dengan adanya penemuan ini, Cris akan mengagendakan lebih lanjut terkait keselamatan transportasi darat maupun moda transportasi lain yang terkait.

Lebih lanjut Cris menyampaikan bahwa perlu penambahan fasilitas bagi pengemudi. Diantaranya ruang istirahat sopir berpendingin agar lebih nyaman beristirahat.

Selain itu tersedia breefing room agar saat pengemudi sebelum berangkat wajib dibreefing oleh petugas terminal termasuk cek kesehatan, asesmen pemahaman terhadap rambu/marka dan cara berkendaraan yang baik, dan lainnya bisa dilakukan dengan lebih tertib. (omy)