Angkasa Pura 2

Tahun 2019, Ditjen Perhubungan Udara akan Kerjasamakan Lagi Pengelolaan Bandara kepada Angkasa Pura I dan II

BandaraSenin, 31 Desember 2018
IMG-20181224-WA0002

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pada tahun 2019, Dirjen Polana B Pramesti telah menyiapkan berbagai rencana dan target kinerja Ditjen Hubud. Baik yang benar-benar baru maupun meneruskan dari pekerjaan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Misalnya seperti Kerja Sama Pemanfaatan (KSP) untuk bandara Belitung, Lampung, Bengkulu, Sentani kepada PT Angkasa Pura I dan PT Angkasa Pura II.

Saat ini penghitungan aset sudah dilakukan oleh Kementerian Keuangan sebagai pemilik kewenangan pada barang milik negara.

“Yang sudah dilakukan penandatangannya adalah Bandara Palangkaraya, Tjilik Riwut kepada Angkasa Pura II,” ujar mantan Direktur Navigasi Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara itu.

Sedangkan Bandara Labuan Bajo menurut rencana akan dilakukan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan proses lelangnya segera dilaksanakan. Selain Labuan Bajo juga akan diikuti dengan Bandara Singkawang, Tarakan, dan Bali Utara.

Polana juga menyampaikan bahwa Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) sudah lebih bagus. Pembangunan sejak tahun 2015 meningkat. 10 bandara baru, terminal baru perpanjangan landasan.

“UPBU melayani angkutan yang permintaanya masih kecil atau sedikit,” kata dia.

Selain itu, bandara Kemenhub juga sudah mulai menjadi Badan Layanan Umum (BLU) untuk meningkatkan status dari UPBU. Diantaranya yang sudah menjadi BLU yakni Bandara Gorontalo dan Tarakan.

Pembangunan bandara di tahun 2019 antara lain Siau, Tambelean, Muara Teweh, Buntu Kunik, dan Pantar.

Hal itu sejalan dengan terus bertumbuhnya jumlah penumpang pesawat udara dengan rata-rata kenaikan 9,2 persen dari tahun 2014-2018. Tahun 2018 sebanyak 142 juta dan diprediksi pada tahun 2019 akan meningkat menjadi 162 juta penumpang. (moy).

loading...