Angkasa Pura 2

Sudah Ada SK Penlok, Pembangunan Tol Jakarta – Cikampek II Selatan Segera Dimulai

KoridorSabtu, 5 Januari 2019
Screenshot_20190105_170829

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Nomor 593/Kep.1252-Pemksm/2018 tentang penetapan lokasi (penlok) untuk pembangunan tol Jakarta – Cikampek II Selatan pada tanggal 30 November 2018 lalu.

Dalam SK tersebut, penlok mencakup empat kabupaten dan satu kotamadya yang terdiri dari 37 kelurahan/desa, di antaranya Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta.

Proyek itu akan dikerjakan oleh PT Jasamarga Japek Selatan (JJS), selaku pengelola jalan tol Jakarta – Cikampek II Selatan. Anak perusahaan BUMN jalan tol itu komit, mempercepat pembebasan lahan untuk pembangunan jalan sepanjang 62 kilometer (km). Percepatan pembebasan lahan ini dilakukan setelah diterbitkan

Jalan Tol Jakarta – Cikampek II Selatan merupakan akses jalan tol yang dimulai dari Jati Asih menuju Sadang. Jalan bebas hambatan ini, terintegrasi dengan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) dan Jalan Tol Purbaleunyi.

Nantinya, terdapat tujuh Gerbang Tol (GT) di Tol Jakarta – Cikampek II Selatan. Ketujuh GT tersebut adalah GT Jatiasih, Bantargebang, Setu, Sukaragam, Taman Mekar, Kutanegara, dan Sadang.

Direktur Utama PT JJS, Dedi Krisnariawan Sunoto, menyambut baik terbitnya penlok ini sehingga proses pembebasan tanah segera dapat dilakukan.

“PT JJS juga telah mendapat fasilitas pembiayaan sindikasi dana talangan tanah sebesar Rp 4.162.500.000.000 akhir Desember lalu dari sejumlah lembaga keuangan,” ujar Dedi Krisnariawan Sunoto, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, kemarin.

Terbagi dalam Tiga Paket

Pembangunan konstruksi tol Jakarta – Cikampek II Selatan terbagi dalam tiga paket, yaitu Paket I STA 00 sampai dengan STA 9+300, yakni mulai dari Jatiasih hingga Bantargebang, Kota Bekasi. Paket II STA 9+300 sampai dengan STA 34+500 yakni mulai dari Setu-Kabupaten Bekasi,

Kabupaten Bogor hingga Karawang. Paket III dari STA 34+500 sampai dengan STA 62+00 yakni mulai Karawang hingga Purwakarta. “Saat ini, PT JJS sedang melakukan lelang pengadaan jasa pemborongan untuk Paket III,” tuturnya.

Pekerjaan konstruksi dimulai dari Paket III mengingat kondisi lahan yang bukan perumahan sehingga proses pengadaan tanahnya dapat lebih cepat. Selain itu, pada Paket III juga terdapat lokasi tanah dalam penguasaan Jasa Marga di Simpang Susun (SS) Sadang dan lokasi tanah sepanjang sekitar 10,5 Km yang dimiliki oleh Perum Perhutani.

Lebih lanjut, Dedi menyampaikan, pelaksanaan tahap kontruksi akan dimulai di awal tahun 2019. “PT JJS terus mengejar target untuk pengadaan tanah sehingga proses pembangunan untuk Paket II dan I juga segera kita lakukan sehingga target pembangunan ini sesuai dengan rencana,” ujarnya.

Sementara itu, Nurbaiti, selaku Ketua Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Japek II Selatan mengatakan, setelah penlok ini terbit, dilanjutkan proses tahapan pelaksanaan pengadaan tanah. Pada tahap ini, Dirjen Bina Marga telah menyampaikan surat ke Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Barat perihal permohonan pelaksanaan pengadaan tanah Tol Japek II Selatan pada tanggal 21 Desember 2018 lalu.

Selanjutnya, tim PPK beserta PT JJS terus berkoordinasi secara intensif ke Kanwil BPN Provinsi Jawa Barat untuk mempercepat ekspos tahapan pelaksanaan pengadaan tanah. Hal ini direspon cepat oleh BPN. Rencananya, pada minggu ke-2 Januari 2019, akan dilakukan ekspos tahapan pelaksanaan pengadaan tanah dengan Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan serta Kejaksaan setempat.(helmi)

loading...