Angkasa Pura 2

Korban Tsunami di Lampung Butuh Bantuan, Desa Terparah Dihantam Air Bah akan Direlokasi

Another News Koridor SDMSenin, 7 Januari 2019
IMG-20190107-WA0010

IMG-20190107-WA0012

KALIANDA (BeritaTrans.com) – Jumlah pengungsi korban tsunami di Lampung Selatan dan daerah lain di Pemprov Lampung masih banyal. Para korban yang masih hidup di pengungsian masih banyak, mencapai ribuan orang.

Para pengungsi it sebagain sudah tak memiliki rumah dan harta benda, karena habis diterjang tsunami. Namun, ada ribuan lainnya di pulau Sebuku dan pulau Sebesi dievakuasi, karena kedua pulau Lampung Selatan it paling dekat dengan anak gunung Krakatau, di periran selat Sunda.

Usai pemnyerahan bantuan kemanuisaan dari IKAALL-STTD, para pengurus inti bersama aparat Dishub Lampung Selatan sempat meninjau langsung kondisi masyarakat pascatsunasmi yang tidak mengungsi ke Kalianda.

Mereka tinggal di tenda-tenda atau bangunan tempat penampungan lainnya. Ada juga yang menginap di rumah keluarga yang tak terdapak tsunami, yaitu di rumah yang lokasinya agak jauh atau lebih tinggi dari bibir pantai barat Kec. Kalianda dan Kec. Rajabasa, Lampung Selatan.

Tim kemanusiaan baik dari berbagai elemen masyarakat, TNI/ Polri, BPBD-BNPB dan lainnya tampak masih membantu masyarakat membersihkan puing-puing reruntuhan rumah dan bangunan yang rusak dihantam tsunami.

IMG-20190107-WA0011

Desa Terdampak Parah

Tapi, ada dua desa yang paling parah terdampak tsumai, khususnya di Kec. Rajabasa. Mereka adalah desan Way Muli, dan desa Kunjir. Kedua desa, ada puluhan rumah dan bangunan di tepi pantai hancur diterjang tsunami. Korban jiwa pun banyak ditemukan di kedua desa ini.

Banyak rumah dan bangunan sudah rata dengan tanah, dan sekarang di pasang papan Larangan mendirikan bangunan di kes lokasi bencana tsunami.

Namun, tidak sedikit pula rumah-rumah yang rusak parah, terutama didik dan pintu di lantai satu. Meski sebagain rusak sampai ke atap rumah karena diterjang air bah Selat Sunda tersebut.

Mereka itulah yang mash memerlukan bantuan. Selain sembako dan kebutuhan lain, untuk bertahan hidup, juga bahan dan material untuk membangun kembali rumah-rumah mereka.

Sementara, Dermaga Canti, dermaga yang menghubungkkan Kalianda ke pula-pulau seperti Sebuku dan Sebesi masih acak-acakan. Meski dermaga itu masih bisa difungsikan secara terbatas.

Data yang dihimpun BeritaTrans.com di lokasi, Minggu (6/1/2019) menyebutkan, untuk lokasi yang terdampak parah dinyatakan dilarang membangun kembali bangunan di bekas reruntuhan rumahnya, karena berhadapan langsung dengan laut lepas.

IMG-20190107-WA0015

Sudah dipasang papan pengumumaan bertuliskan merah,  yang  melarang warga mendirikan bangunan di lokasi eks bencana itu.

Namun, ada sebagaian rumah yang masih laik, meski butuh renovasi dengan biaya tidak kecil. Oleh karena itu, mereka butuh bantuan untuk membangun rumahnya.

Bagi warga yang rumahnya rata dengan tanah dan dinyatakan tak boleh membangun di lokasi tersebut, akan direlokasi ke tempat lain yang lebih aman.

“Untuk relokasi ini, warga akan mendapatkan bantuan dari Bupati Lampung Selatan serta bantuan dari Presiden Jokowi,” sebut Bambang S. salah satu pejabat di Pemprov Lampung.

Yang pasti, pembangunan rumah baru mereka nanti akan dibantu pemerinta, sesuai kondisi dan data-data serta fakta di masyarakat. Rumah akan dibangun bervariasi, mulai rumah tiper 36, tipe 50 bahkan bisa lebih besar lagi.

“Nanti ada tim verifikasi untuk memastikan, siapa yang berhak dibantu untuk membangun rumah lagi, serta dimana mereka bisa membangun rumahnya kembali. Masyarakat diminta bersabar, saat ini Pemprv Lampung dan Pemkab Lampung Selatan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk para korban tsunami,” tegas Bambang.(helmi)

loading...