Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat Dapat Tambahan 87 Terminal dan Beberapa JT Tapi Anggaran Minim

Koridor SDMSelasa, 8 Januari 2019
Terminal Tirtonadi

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Memasuki tahun 2019, di sektor perhubungan darat (hubdat) sebenannya banyak masalah, tapi anggaran minim.

“Jadi, realisasinya menjadi masalah juga,” kata Kepala lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang
Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, Ditjen Hubdat tahun 2019 ini mendapatkan  tambahan 97 terminal tipe A dari sejumlah daerah dan beberapa UPPKB/ jembatan timbang (JT) untuk dikelola langsung Pemerintah Pusat/ Ditjen Hubdat.

“Kondisi tersebut semestinya diberikan anggaran lebih dari Kemenkeu untuk perawatan dan penataan,” jelas Djoko.

Walau serbenarnya, menurut Djoko,  ada beberapa terminal penumpang juga sudah mulai bisa dilepas menjadi badan layanan umum (BLU).

“Dengan begitu, mereka bisa lebih mandiri dan lebih kreatif nambah sedikit-sedikit PNPB,” papar DJoko.

Terminal Langsung KPBU Berat

Dia menambahkan, jika Pemerintah/ Kemenhub langsung melepasnya dalam skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) masih berat.

“Kalau Terminal langsung ke KPBU belum ada (banyak) yang tertarik,” kilah DJoko.

Alasannya, pertama lokasi terminal banyak yang jauh dari pusat kota. Kedua, angkutan dalam kota dan pedesaannya punah. “AKibatnya, juga sedikit orang yang berkunjung dan naik angkutan umum ke terminal,” terang Djoko.

Kecuali, dia menambahkan seperti Terminal Tirtonadi (Solo), Terminal Ir. Soekarno (Klaten) atau Terminal Cilacap walau lebih kecil, namun terletak di pusat kota.(helmi)

loading...