Angkasa Pura 2

Masyarakat Enggan Naik Angkutan Umum, Ini Analisis FAKTA

Emplasemen KoridorRabu, 9 Januari 2019
20190109_190349

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Masyarakat masihenggan menggunakan transportasi massal karena layanan transportasi umum massal di Jabodetabek masih belum bagus dan belum accesable.

“Keengganan masyarakat itu membuat mereka lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor pribadi,” kata Direktur FAKTA Azas Tigor Nainggolan dalam siaran pers kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Akibatnya, lanjut dia, lalin Jakarta terus macet. Dan memang Pemprov¬† DKI Jakarta tidak ada upaya serius untuk mengurai kemacetan itu. “Harusnya Pemprov Jakarta segera membangun integrasi layanan transportasi umum massal di Jakarta, sehingga mudah diakses dan menjadi pilihan bertransportasi masyarakat,” jelas Tigor.

“Jangan seperti sekarang Pemprov Jakarta belum juga membangun sistem integrasi menyeluruh transportasi umum massal di Jakarta,” papar Tigor lahi.

Bukan hanya itu, usul Tigor, seseharusnya Pemprov Jakarta bekerja sama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) membangun integrasi layanan transportasi umum massal di Jakarta dan kota disekitarnya.

Jawaban Presiden Jokowi

“Ide atau permintaan Presiden Jokowi, agar dibangun koneksi atau integrasi transportasi umum massal di Jabodetabek adalah jawaban untuk memperbaiki layanan transportasi massal dan mengurai kemacetan Jakarta,” sebut Tigor.

Jika layanan transportasi massal dibangun secara baik koneksi atau integrasinya,  maka akan membuat masyarakat lebih menggunakan angkutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadinya di rumah.

Seharusnya Gubernur Jakarta, Anis Baswedan bekerja sama dengan BPTJ membangun sistem integrasi layanan Transjakarta serta angkot di Jakarta dengan moda angkutan massal MRT serta LRT yang dikelola oleh pemerintah nasional,” tegas Tigor.(helmi)

 

 

 

loading...