Angkasa Pura 2

Ada Tim 10 dalam Pembuatan RPM Ojol, Diharap Tak Ada Lagi Aksi Turun ke Jalan

KoridorKamis, 10 Januari 2019
IMG-20190110-WA0080

IMG_20190110_142900

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sudah ada tim 10 yang terpilih perwakilan dari pengemudi ojek dalam jaringan/online (ojol) dalam pembuatan Peraturan Menteri Perhubungan (PM) untuk payung hukum.

Untuknya Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi berharap tidak ada lagi yang turun ke jalan. Wujudkan suasana yang baik dan tak perlu lagi aksi.

“Penyusunan regulasi ini berdasar ide dan gagasan Menhub dan kami yakin masalah ojol bisa diselesaikan yakni konflik ojek dan aplikator,” tutur Budi.

Berbagai pihak nantinya akan mendiskusikan bersama, berkoordinasi, dan menormakan. Mulai dari Kementerian dan Lembaga, stakeholder, dan perwakilan pengemudi.

Dia berharap jangan sampai ada yang memanfaatkan dalam pembuatan rencana PM ini. Semuanya sama-sama menggelontorkan pemikiran ide-ide yang cemerlang dan ojol selanjutnya dapat berjalan dengan baik.

“Saya mengajak selama pembuatan RPM ini, jangan ada saling tarik menarik agar dapat selesai tepat waktu yakni targetnya adalah Maret 2019,” papar dia.

Ada empat fokus yang menjadi sasaran dalam pembuatan RPM diantaranya, keselamatan, pentarifan, suspend, dan kemitraan.

Keselamatan dan keamanan ditambahkan Budi, untuk melindungi pengemudi dan penumpang. Misalnya dengan mengenakan jaket dan sepatu.

“Jadi itu bukan untuk gagah-gagahan tetapi memang perlu dikenakan untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada saat terjadi kendala di jalan raya, seperti lubang dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Selanjutnya penentuan tarif, dimana Ditjen Hubdat sudah punya perhitungan sendiri dengan mendengar masukan dari aplikator dan pengemudi. Tatif batas atas dan tarif batas bawah bisa diberlakukan, namun tentu saja lebih rendah dari tarif awal taksi online.

Suspend yang selama ini dianggap sepihak saja nanti kepentingan keduanya akan akomodir untuk kepentingan bersama.

“Terakhir adalah kemitraan seperti terkait kewajiban dan tanggung jawab yang jelas antara pengemudi dan aplikator,” pungkas Budi didampingi Direktur Angkutan Multi Moda Ahmad Yani. (omy)

loading...