Angkasa Pura 2

KA Bandara Belum Menjadi Pilihan Utama Menuju Bandara Soetta, Tarifnya Mahal

Bandara EmplasemenKamis, 10 Januari 2019
IMG-20190110-WA0000

IMG-20190110-WA0002

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Para pengguna jasa KA Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menyampaikan testimoni dan harapan sekaligus saran serta masukan pada layanan angkutan bandara berbasis rel ini. Tapi, akhirnya semua kembali kepada masyarakat sebagai konsumen angkutan umum. Ada beberapa alternatif menuju bandara yang terbaik bagi mereka.

Intinya, banyak warga mengeluhkan soal tarif KA Bandara yang terlalu mahal. KA Bandara juga belum terintegrasi, sehingga penumpang harus berpindah-pindah moda dan biaya menjadi semakin mahal. Ada kemungkinan, naik KA Bandara bisa lebih lama dibandingkan bus JA Connexion.

Testimoni masyarakat pengguna KA Bandara itu disampaikan beberapa warga masyarakat dalam Diskusi Publik yang dipandu Direktur Intsrans Darmaningtyas di Jakarta, Rabu (9/1/2018) malam.

Pandu Aji, warga Tambun, Bekasi mengakui, pernah naik KA Bandara dari Bekasi ke Bandara Soetta. Tapi, tarifnya lebih mahal dibandingkan bus, seperti DAMRI atau Primajasa. Jadi tidak aneh jika masyarakat belum banyak tertarik naik KA Bandara.

“Kalau dari Bekasi ke Bandara Soetta Rp100 ribu, cukup menguras dompet pak. Sementara, jika naik bus DAMRI cukup Rp65.000 per orang,” kata Pandu di depan peserta diskusi yang dihelat Instran dan PT Railink Indonesia itu.

Menjawab pertanyaan moderator, berapa usulan tarif yang ideal untuk KA Bandara ini? Pandu menjawab, “Kalau bisa antara Rp60.000 sampai Rp80.000 per orang. Dengan angka tersebut, saya kira cukup terjangkau,” papar Pandu lagi.

Pengakuan serupa juga disampaikan Chessa, warga Leak Bulus, Jakarta Selatan. Mnurutnya, tarif KA Bandara maal, dan jelas kalah bersaing dengan JA Connexion baik dari DAMRI atau Perum PPD.

“Bus JA Connexion itu rata-rata Rp40.000 per orang dan langsung naik dari Lebak Bulus, atau bisa menunggu di jalan,” kata Chessa saat menyampaikan aspirasinya.

Menurut dia, jika akan naik KA Bandara maka praktis butuh tambahan biaya, dari rumah ke Stasiun BNI City. Kemudian tarif KA Banadra Rp70.000. “Secara ekonomi, jelas lebih mahal dan masih jauh dari rumah,” papar Chessa saat dikonfirmasi BeritaTrans.com.

IMG-20190110-WA0001

Sama Tarif DAMRI

Chessa mengusulkan, kalau mau tarif KA Bandara diturunkan syukur-syukur jika sama dengan tarif bus DAMRI yang sudah ada sekarang.

“Jika tidak, dan stasiun KA Bandara juga jauh dari rumah dan belum terintegrasi, maka tidak salah jika masyarakat lebih suka naik bus JA Connexion saat ini,” terang wanita Cantik itu.

Bagi dia, keputusan untuk naik KA Bandara adalah satu pilihan. Sementara, banyak alternatif angkutan umum menuju Bandara Soetta. Kesadaran masyarakat untuk naik angkutan umum ke bandara sudah mulai tumbuh. “Momentum ini harus harus terus dijaga,” aku Chessa.

“Masyarakat tentu mempunyai pilihan yang terbaik, termasuk karena pertimbangan ekonomi atau tarif KA Bandara itu sendiri,” tegas Chessa.(helmi)

loading...