Angkasa Pura 2

Kapal Tanker MT Namse Bangdzod dengan 12 Kru Belum Juga Ditemukan Setelah Hilang Kontak Dalam Pelayaran Menuju Pelabuhan Tanjung Priok

DermagaJumat, 11 Januari 2019
NAMSE_BANGDZOD

SAMPIT (BeritaTrans.com) – Sudah lewat hari ke-5 semenjak dinyatakan kehilangan kontak terhadap kapal tanker MT Namse Bangdzod pemuat Camp Oil Palm (CPO) di Pelabuhan Bagendang Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) hingga kini belum ada kejelasan terkait dimana posisi kapal dan keadaan 12 anak buah kapal (ABK).

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Capt. Thomas Chandra melalui Baslan Damang selaku Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli (KBPP) mengatakan, setalah resmi dinyatakan hilang kontak dengan posisi terakhir kapal yang tercatat di perairan Ujung Karawang arah Tanjung Priok pada 1 Januari 2019 pencarian langsung diambil alih oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

“Kasus ini telah ditangani oleh pihak pusat setelah dinyatakan lost contact (kehilangan kontak) di Laut Jawa. Jadi oleh Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Indonesia (KPLP), Basarnas, Syahbandar Utama Tanjung Priok, TNI kini sedang melakukan pencarian terhadap kapal Namse Bangdzod tersebut,” kata Baslan Damang, Jumat (11/1/2019) melalui via WhatsApp dan dirilis beritasampit.co.id.

Bukan hanya pihak terkait, akan tetapi dalam hal pencarian pihak pemilik kapal MT Namse Bangdzod juga ikut serta melakukan pencarian. Semenjak dinyatakan lost kontak pada 1 Januari 2019 hingga saat ini belum diketemukan, berarti kapal MT Namse Bangdzod berikut dengan 12 ABK sudah menghilang selama 15 hari.

Ketika disingung, apakah kapal tersebut hilang karena rampok atau sengaja dihilangkan. Baslan Damang menegaskan, ia tidak berani memberikan komentar karena masih dalam proses pencarian.

“Saya tidak bisa komentar, apakah kapal itu dirampok, atau sengaja dihilangkan. Mudahan-mudahan akan segera ada titik terangnya, karena sampai saat ini kami juga masih menunggu informasi keberadaan kapal itu. Saat ini pencarian dipusatkan pada dua titik, yakni di perairan laut Jakarta dan laut Jawa,” terang Baslan.

Berikut nama-nama ABK Kapal MT Namse Bangdzod, Muhammad Asdar Wijaya selaku capten, Yanuardin Mendrofa dan Husni Mubarak sebagai mualim, Andi Tasyriq sebagai KKM, Satria Idam Sulistio dan Bambang Mulyono sebagai masinis, Agustinus Piter, Asrun Suriansa dan Dahar sebagai juru mudi, serta Wardani, Ardiyanto dan Dwi Wahyu Sabtono sebagai juru minyak.

Sebelumnya, Pakar Kemaritiman Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Raja Oloan Saut Gurning berpendapat jika hilang kontaknya kapal tersebut bukan disebabkan karena faktor kecelakaan. Alasannya, tidak ada indikasi munculnya permintaan pertolongan melalui signal distress yang dikeluarkan oleh awak kapal tersebut.

“Biasanya hilang kontak umumnya akibat persoalan teknis dan operasional kapal atau gangguan cuaca buruk yang mengakibatkan kapal tidak mampu lagi melakukan operasi pelayaran. Baik tenggelam, terbawa arus (drifting) atau tubrukan akibat kapal yang tidak dapat lagi ditenggelamkan. Atau memang faktor non-teknis lain adalah kemungkinan kapal dibajak,” ungkapnya.

Dari beberapa indikasi tersebut, katanya, ada potensi besar jika kapal MT Namse Bangdzod terbawa arus maupun dibajak oleh para perompak. Hal itu tercermin pada pergerakan posisi kapal yang berhasil terdeteksi di sejumlah penyedia informasi tracking kapal.

Pantauan dari marinetraffic.com saja, kapal tersebut terakhir terlihat di radius 50 nautical mile atau sekitar Teluk Jakarta.

“Faktanya posisi kapal sudah beberapa kali ditemukan dan dideteksi oleh sejumlah penyedia informasi posisi kapal MT Namse Bangdzod baik di Karawang bahkan di sekitar Gresik,” tuturnya.

“Jadi dengan ditemukannya sejumlah deteksi (position tracking) dari kapal tersebut maka kemungkinan indikasi kapal mengalami drifting oleh arus atau gelombang dan yang kedua dibajak (dikendalikan pihak lain yang keberadaan kapal tidak dapat secara kontinu dideteksi atau ditelusuri),” tutupnya.

loading...