Angkasa Pura 2

Kemenhub Optimalkan Pencarian Kapal MT Namse Bangdzhod

DermagaJumat, 11 Januari 2019
IMG-20190111-WA0035

IMG-20190111-WA0036

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan cq. Ditjen Perhubungan Laut terus mengoptimalkan pencarian kapal MT. Namse Bangdzhod dimana sudah dua pekan belum juga ditemukan.

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) kelas I Tanjung Priok mengerahkan kapal patroli KPLP untuk meneruskan pencarian kapal MT. Namse Bangdzhod yang dilaporkan hilang kontak sejak 27 Desember 2018.

“Hingga dua hari kedepan, kami mengerahkan kapal-kapal patroli KPLP yaitu KNP. Trisula, kNP. Celurit, KNP.Golok, KNP. Jembio, KNP.348, KNP.204 dan KNP. 201,” ujar Kepala Seksi Operasi Pangkalan PLP Tanjung Priok, Capt Pujo Kurnianto di Jakarta, Jumat (11/1/2019).

Menurutnya, area pencarian diperluas dari Selat Sunda sampai ke Semarang berdasarkan data dari Marine Traffic. Hari ini, KNP. Jembio bergerak untuk berpatroli rutin sekaligus mencari kapal MT. Namse Bangdzhod.

Dia berharap dari semua pihak dengan tidak menduga-duga penyebab kapal hilang kontak tersebut yang belum ditemukan hingga saat ini.

“Tentunya, kami pastikan pencarian kapal Namse Bangdzhod masih terus dilakukan dan diharapkan dukungan dari semua pihak agar sama-sama menunggu laporan hasil pencarian secara resmi sehingga informasinya jelas dan tidak bias,” tegas Capt. Pujo.

Distrik Navigasi Tanjung Priok dan Distrik Navigasi Semarang juga telah ikut memantau gerak kapal MT. Namse Bangdzhod melalui Vessel Traffic Services (VTS) dan Stasiun Radio Pantai (SROP) sepanjang pantai utara pulau Jawa dan sampai saat ini masih belum diperoleh laporan keberadaannya.

Sebelumnya, kapal bermuatan minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang bertolak dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, 27 Desember 2018 lalu dilaporkan hilang kontak saat pelayarannya menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Kapal MT Namse Bangdzhod dengan GT 1128 merupakan kapal berbendera Indonesia yang dioperasikan PT Surabaya Shipping Lines dan dinakhodai Muhammad Asdar Wijaya dengan jumlah anak buah kapal (ABK) sebanyak 11 orang. (omy)

loading...