Angkasa Pura 2

Minyak dari Kapal Tanker MT Golden Pearl XVI Cemari Perairan Parepare

DermagaJumat, 11 Januari 2019
0be7b21a7b0e8241a77955c281f9d7e0

MAKASSAR (BeritaTrans.com) – Kapal Golden Pearl XIV yang menumpahkan minyak dan mencemari perairan Parepare, asulawesi Selatan, diduga milik PT Soechi Lines Tbk (SOCI).

Kapal tersebut tertampang pada laman digital SOCI. Berdasarkan penelusuran, kapal tanker MT Golden Pearl XIV disewa PT Pertamina untuk distribusi bahan bakar solar. Kapal Golden Pearl XIV dibuat pada tahun 1995, single hull berukuran 6.715 DWT.

Pada 10 Januari 2019, kapal tanker MT Golden Pearl XVI rusak dan menyebabkan bocornya solar mencemari laut.

Pakar Perkapalan ITS, Wasis Wardoyo, mengatakan meskipun PT Pertamina menyebut tumpahan minyak di pantai Parepare Sulawesi Selatan berasal dari bahan bakar kapal tanker, namun berdasar luas kawasan pantai yang terdampak maka beberapa pakar menduga solar berasal dari muatan kapal tersebut.

“Sekilas tampak bukan dari bahan bakar kapal karena banyaknya tumpahan minyaknya,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (11/1).

Sebelumnya Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII bekerjasama dengan Kepolisian dan Angkatan Laut, sigap menanggulangi rembesan solar yang terjadi di Terminal BBM (TBBM) Pare Pare.

Saat ini tim tengah memasang oil boom yang berfungsi untuk mengurung rembesan solar agar tidak meluas. Kemudian tim mengaplikasikan oil dispersant ramah lingkungan yang berfungsi menguraikan solar sehingga mudah dicerna oleh mikroba laut.

Unit Manager Communication & CSR, M. Roby Hervindo menjelaskan, respon awal penanggulangan rembesan dilakukan oleh tim tanggap darurat Pertamina.

“Saat ini sudah disemprotkan sebanyak 200 liter oil dispersant ramah lingkungan untuk menguraikan Solar di perairan sekitar TBBM Parepare,” ujar Roby.

Dari pemeriksaan awal diketahui rembesan Solar berasal dari kapal tanker MT Golden Pearl XIV milik Soechi yang sedang sandar di jetty TBBM Pare Pare. Diidentifikasi terjadi kerusakan pada pendingin LO Cooler A/E kapal tanker. Solar tersebut adalah bahan bakar kapal, bukan dari muatan tanker. Kejadian diketahui sekitar pukul 06.00 WITA oleh petugas TBBM Pare Pare dan langsung dilakukan penanganan.

Sumber kerusakan di kapal tanker yang mengakibatkan rembesan Solar sudah ditanggulangi. Jumlah solar yang merembes ke perairan sekitar TBBM Pare Pare saat ini masih dalam proses perhitungan. Adapun kejadian ini tidak mengganggu operasional di TBBM Pare-Pare. Penyaluran BBM ke masyarakat tetap berjalan lancar.

Pertamina mengimbau kepada warga sekitar TBBM Pare Pare agar tidak mengumpulkan Solar yang terdapat di perairan. Karena Solar mudah terbakar sehingga aktivitas pengumpulan Solar beresiko terhadap keselamatan.

Hingga berita ini dibuat, manajemen SOCI belum dapat memberi keterangan resmi.

Sebelumnya diberitakan bahwa warga di seputar tanggul Cempae, Kelurahan Wattang Soreang, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan menimba solar tumpahan dari kapal tanker. Tampak mereka membawa berbagai alat seperti gayung hingga ember sebagai wadah penampungan.

loading...