Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat Libatkan Tim 10 Dalam Penyusunan RPM Angkutan Roda Dua Berbasis Aplikasi

KoridorSabtu, 12 Januari 2019
20190112_051926

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat  (Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menjelaskan bahwa pada saat konsolidasi nasional dengan mengundang beberapa perwakilan aliansi ojek online yang tergabung dalam Tim 10. Mereka akan dilibatkan dalam proses penyusunan rancanhan peraturan menhub (RPM) mengenai angkutan roda dua berbasis aplikasi.

“Pada saat kita melakukan konsolidasi nasional dari berbagai aliansi, ada isu baru yang diangkat yaitu masalah kemitraan antara pengemudi dan pihak aplikator. Ada 3 hal besar ini yang akan kita bedah dalam pasal- pasal di RPM,” ungkap Dirjen Budi  dalam siaran pers yang diterima BeritaTrans.com, kemarin.

Sehari sebelumnya, Kamis (10/1/2019), Ditjen Hubdat menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan (RPM) tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor Berbasis Aplikasi di Universitas Bakrie Jakarta.

Acara tersebut dihadiri oleh perwakilan dari kedua aplikator Gojek dan Grab, Tulus Abadi Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Ateng Aryono dari Organda.

Selain itu juga Darmaningtyas selaku Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan sebagai pengamat transportasi, perwakilan akademisi, maupun beberapa komunitas ojek online lainnya.

Ditjen Hubdat mengaku, pihaknya akomodatif bahkan langsung melibatkan pelaku ojol, yang direpresentasikan oleh Tim 10. Mereka adalah perwakilan dari sekitar 100 komunitas pengemudi ojol di berbagai daerah di Indonesia.(helmi)

loading...