Angkasa Pura 2

Masih Soal Kenaikan Tarif Penerbangan, Kemenhub akan Bertemu Penyedia Avtur

Bandara KokpitSelasa, 15 Januari 2019
SPR_3483wt

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Fluktuasi harga avtur yang notabene bergantung pada nilai tukar rupiah terhadap dolar menjadi salah satu indikator maskapai memilih menggunakan tarif mendekati batas atas pada musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang belum lama usai.

Namun keluhan penumpang pecah dan melebar hingga Kementerian Perhubungan sebagai regulator penerbangan pun melakukan komunikasi dan arahan agar terjadi win-win solution.

Kebutuhan terbang tak hanya milik pebisnis atau wisatawan, namun juga para masyarakat kaum urban atau perantau yang ingin pulang kampung dan tiba lebih cepat menggunakan pesawat udara.

Mempertimbangkan banyak hal, mulai kebutuhan masyarakat dan maskapai, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara merangkul seluruh stakeholder terkait hingga akhirnya tercapai kata sepakat, harga tiket kembali turun.

“Apalagi sudah memasuki low season, permintaan yang rendah juga mendorong maskapai menggunakan tarif yang kompetitif,” tutur Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti di Jakarta ditulis Selasa (15/1/2019).

Lantaran melejitnya harga avtur sepanjang tahun 2018 yang meningkat hingga 170 persen, dia menyampaikan akan bertemu dengan penyedia avtur yakni PT Pertamina Aviation.

Sebelumnya, disebutkan Polana, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menyampaikan telah melakukan komunikasi dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan terkait kemungkinan adanya penurunan harga avtur.

Dari komunikasi tersebut, diharapkan penyedia avtur dapat menurunkan harga jualnya. Setidaknya untuk di beberapa bandara seperti di Bandara Soekarno Hatta, I Gusti Ngurah Rai, Juanda, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dari pemerintah terhadap maskapai penerbangan yang telah melakukan penurunan tarif penerbangan.

Ditambahkannya, pada saat tarif batas atas ditetapkan pada tahun 2016 sesuai PM 14/2016, nilai tukar masih Rp11.000/USD, sekarang berkisar diangka Rp14.000/USD yang sudah bisa dipastikan berdampak pada harga avtur. (omy)