Angkasa Pura 2

Tiket Pesawat Jakarta-Yogya Terendah Kini Rp300Ribu

Bandara KokpitSelasa, 15 Januari 2019
IMG_20190115_132729

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Setelah penurunan tarif pesawat, kini ke Yogyakarta dari Jakarta dijual Rp300ribu per orang. Sedangkan ke Surabaya minimal Rp500 ribu setelah diturunkan 30-60 persen dari harga sebelumnya.

Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional (INACA /Indonesia National Air Carrier Association) yang juga Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askara menjawab masih adanya keresahan masyarakat terkait tarif pesawat yang dinilai terlalu mahal.

“Penurunan sudah dilakukan, ke Yogya kini Rp300-Rp400 ribu,” ujar Ari di Jakarta, Selasa (15/1/2019).

Diakuinya bahwa kondisii kenaikan terjadi lantaran pada kondisi peak season dan masih tingginya harga avtur pesawat.

Misalnya saja kata dia, komponen avtur besarannya mencapai 45 persen dari biaya operasional dan leasing pesawat sebesar 20 persen.

“Kami juga memahami bila Pertamina juga tidak bisa begitu saja menurunkan harga avtur pada kondisi fluktuasi nilai tukar rupiah,” katanya.

Kenaikan tarif penerbangan ditambahkan dia sejak 2016 tidak mengalami kenaikan tarif batas bawah dan tarif batas atas. Sementara kebutuhan biaya terus meningkat.

Ari memisalkan gaji pegawai yang di industri aviasi ini untuk maskapai saja mencapai ribuan bahkan puluhan ribu. Sebut saja Garuda yang mencapai 10.000 orang, Citilink 2.000, dan Sriwijaya Air 4.500 karyawan.

“Bila dihitung hanya dari tiket pesawat, tentu saja meski menjual dengan tarif harga tiket batas atas pun tak menutupi biaya, namun kami memeroleh dari bisnis lain seperti iklan dan angkutan kargo,” imbuh dia.

Anggota Ombusmand Alvin Lie menyampaikan bahwa bila dilihat dari sisi peraturan, kenaikan tarif yang terjadi belakangan ini tidak menyalahi aturan.

“Dari sisi ketentuan memang tidak menyalahi, namun bila dilihat dari layanan, ada yang dinilai sangat tinggi,” kata dia.

Berdasarkan data yang dihimpun, disebutkannya justru terjadi penurunan harga tiket bila dibanding pada periode Oktober 2018 yang mencapai 8,9 persen.

Namun dia juga mengingatkan agar maskapai jangan terlalu sering menjual tiket dengan sub class Y karena akan terasa masih tinggi harganya. (omy)