Angkasa Pura 2

Jasa Raharja Jakarta Proaktif Datangi Korban Laka dan Berikan Surat Jaminan

Koridor SDMRabu, 16 Januari 2019
IMG-20190116-WA0003

JAKARTA (BeritaTrans.com) – GM PT Jasa Raharja Jakarta Taufik Adnan mengatakan, pihaknya akan bersikap proaktif bahkan siap lakukan jemput bola. Jika ada kecelakaan dan sesuai data dia telah di-cover asuransi dan telah dirawat di rimah sakit (RS) yang bekerja sama dengan Jasa Raharja akan langsung diterbitkan surat jaminan ke pihak RS. Surat itu menerangkan bahwa pasien tersebut di-cover asuransi.

“Dengan begitu, pihak rumah sakit bisa langsung mengambil tindakan medis yang diperlukan. Sementara Jasa Raharja menjamin akan membayar biaya rumah sakit sesuai ketentuan UU,” kata T.Adnan dalam perbincangan dengan BeritaTrans.com disela-sela kunjungan ke RS PMC Tanjung Priok, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, Jasa Raharja sudah bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan beberapa rumah sakit di Jakarta. Ini bagian dari pelayanan BUMN PT Jasa Raharja.

“Bila ada kasus kecelakaan dan korbannya di-cover asuransi Jasa Raharja, setelah melakukan klarifikasi dan benar, maka langsung diterbitkan surat jaminan ke pihak rumah sakit,” jelas Adnan.

Pihak Jasa Raharja memberikan surat jaminan ke pihak rumah sakit bahwa korban dijamin asuransi kecelakaan dari Jasa Raharja. Dengan begitu, pihak rumah sakit bisa mengambil tindakan medis tanpa khawatir tidak dibayar.

Sesuai ketentuan, papar Adnan, korban kecelakaan bagi pemilik kendaraan atau korban dari kendaraan resmi dan membayar pajak/ STNK maka otomatis akan di-cover asuransi kecelakaan oleh Jasa Raharja.

Dalam kasus kecelakaan Irma Hasibuan, korban kecelakaan di Jln RE Martadinata di dekat Pos l Pelabuhan Tanjung Priok, dia otomatis di-cover asuransi Jasa Raharja.

“Dia ditabrak truk resmi dan membayar pajak/ STNK. Saat membayar pajak itulah, otomatis dia membayar premi asuransi kecelakaan dari PT Jasa Raharja,” kata Adnan lagi.

Dia menambahkan, jaminan asuransi itu adalah hak para korban. Jika sampai terjadi kecelakaan baik luka atau meninggal dunia, maka dia berhak menerima santunan dari Jasa Raharja.

Besaran Santunan Naik

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15 dan 16/PMK.10/2017 tanggal 13 Februari 2017, maka santunan kecelakaan naik cukup besar, bahkan sampai 100% untuk jenis tertentu.

Meninggal dunia (ahli waris) menerima santunan dari Rp25.000.000, (Dua puluh lima juta Rupiah), naik menjadi Rp50.000.000 (Lima puluh juta Rupiah).

Cacat tetap dari Rp25.000.000,- (Dua puluh lima juta Rupiah), naik menjadi Rp50.000.000,- (Lima puluh jutaRupiah).

Biaya perawatan luka-luka maksimal dari Rp10.000.000,- (Sepuluh juta Rupiah), naik menjadi Rp 20.000.000,- (Dua puluh juta Rupiah).

Penggantian biaya P3K yang semula tidak ada menjadi Rp 1.000.000,- (Satu juta Rupiah).

Penggantian biaya ambulans dari tidak ada menjadi Rp500.000,- (Lima ratus ribu Rupiah).

Biaya penguburan, (jika tidak ada ahli waris – red), dari Rp2.000.000,- (Dua juta Rupiah), naik menjadi Rp4.000.000,- (Empat juta Rupiah).*helmi

loading...