Angkasa Pura 2

Menyeberang Jalan Harus Lewat JPO, Ini Diatur Dalam UU LLAJ

KoridorJumat, 18 Januari 2019
FB_IMG_1547735116152

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan fasilitas bagi pejalan kaki untuk menyeberangi jalan dengan menggunakan jembatan. Dengan begitu, pejalan kaki dan lalu lintas kendaraan dapat dipisahkan secara fisik agar tidak saling mengganggu.

Dengan JPO ini, keselamatan dan keamanan bagi pejalan kaki akan lebih terjaga. Keberadaan JPO mudah ditemukan di kawasan yang lalu lintasnya padat kendaraan.

“Pejalan kaki menggunakan JPO sudah diatur dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, pasal 132 ayat 2 butir (b),” sebut akun @kemenhub151.

“Pejalan kaki wajib menyeberang di tempat yang telah ditentukan (dalam hal ini JPO).” Aturan ini untuk keselamatan bagi pejalan kaki, karena keselamatan menggunakan jalan adalah hal yang utama.

Namun, JPO hanya tempat penyeberangan pejalan kaki, bukan tempat penyeberangan rindu untuk disampaikan.

JPO dibangun dengan biaya mahal, yang merupakan uang rakyat baik APBN/ APBD. Sudah selayaknya jika JPO dimanfaatkan dengan baik dan maksimal untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya.

Oleh karenanya, merasa prihatin dengan orang yang lebih memilih untuk nekat menyebrangi jalan raya yang ramai tanpa menggunakan JPO.

Walaupun dalam keadaan terburu-buru maupun dalam keadaan kelelahan, perlu mengingatkan agar selalu menggunakan JPO pada saat menyeberangi jalan.

Keberadaan JPO yang dibangun dengan uang rakyat adalah bertujuan menjaga keselamatan dan keamanan para pejalan kaki juga pengendara.(helmi)

loading...