Angkasa Pura 2

Masuki Low Season, Penumpang di Bandara Soekarno Hatta Tetap Ramai

Bandara KokpitSabtu, 19 Januari 2019
IMG_20190119_152725

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Meski sudah memasuki masa low season pascalibur angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Bandara Internasional Soekarno Hatta kelolaan PT Angkasa Pura II tetap tampak ramai.

Dari pantauan BeritaTrans.com di area terminal 1 dan 2 keberangkatan dan kedatangan, penumpang terlihat antre masuk ke area check in dan tampak pada antrean di area kedatangan tepatnya di tempat tunggu naik taksi.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Udara menerjunkan personelnya untuk memantau kembalinya harga tiket pesawat ke tarif normal dari sebelum peak season Nataru,

“Pantauan dilaksanakan dengan cara menyebar kuesioner kepada penumpang di Terminal domestik 1 dan 2 selama tiga hari dari Kamis (17/1/2019) hingga hari ini (19/1/2019),” jelas Kabag Kerja Sama, Internasional, Humas, dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Hari Budianto.

Setiap hari selama tiga hari lebih dari 100 kuesioner disebar kepada seluruh penumpang penerbangan domestik untuk mengetahui respon di lapangan.

Adapun personel yang ditugaskan sebanyak delapan orang dalam satu harinya untuk memeroleh respon penumpang yang akan terbang maupun baru mendarat.

“Kami berharap harga tiket sudah turun sesuai dengan statement INACA yang menurunkan kembali tarif hingga 60 persen,” katanya.

Seperti diketahui sebelumnya melalui Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional (INACA /Indonesia National Air Carrier Association) telah diumumkan bahwa harga tiket diturunkan 30-60 persen dari sebelumnya yang hampir menyentuh tarif batas atas.

Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti menyatakan bahwa penurunan tarif berdasarkan pertimbangan selesainya peak season dan daya beli masyarakat saat ini.

“Kami mengapresiasi dan berterima kasih karena INACA dan seluruh maskapai penerbangan telah menyesuaikan tarif pelayanan angkutan udara sehingga bisa dijangkau oleh masyarakat sebagai pengguna jasa,” tutur Polana.

Menurut Polana, Kemenhub melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016 telah mengatur mekanisme formulasi perhitungan dan penetapan tarif batas atas dan batas bawah penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

Dalam aturan tersebut dinyatakan bahwa tiket harga penerbangan terdiri dari atau gabungan sejumlah komponen biaya. Yaitu tarif, pajak, asuransi dan biaya lain yang telah disetujui oleh Menteri Perhubungan.

“Saya juga minta agar sosialiasi kebijakan dan penyesuaian tarif agar lebih diintensifkan sehingga masyarakat benar-benar memahami bahwa tarif yang diberlakukan masih dalam batas ketentuan yang ditetapkan pemerintah,” tegas Polana. (omy)