Angkasa Pura 2

Pembangunan Bandara Baru Yogyakarta “On The Track”

Bandara KokpitSenin, 21 Januari 2019
IMG-20190121-WA0001

YOGYAKARTA (BeritaTrans.com) – Pembangunan bandara baru Yogyakarta hingga saat ini masih “on the track”. Hal itu disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti di sela Rapat di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, Ahad (20/1/2019).

“Pembangunan Bandara dalam kontraknya harus selesai pada Juli 2020, ditargetkan bisa selesai secara keseluruhan dan dioperasikan penuh pada akhir tahun 2019,” tutur Polana.

Rapat dan update progress terkait pembangunan bandara baru di Yogyakarta tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan diikuti oleh Dirjen Perhubungan Udara Polana B. Pramesti, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, Dirjen Perhubungan Darat Budi.Setiyadi, dan Direktur Utama PT. Angkasa Pura I Faik Fahmi.

Menhub menyatakan bahwa kehadiran bandara baru Yogyakarta ini selain meningkatkan konektivitas juga memiliki misi besar peningkatan jumlah wisatawan manca negara yang terbang langsung ke Kota Pelajar itu.

“Saat ini tengah disiapkan skenario agar bandara bisa menunjang pariwisata. Diantaranya dengan menyiapkan akses jalan yang melewati daerah Candi Borobudur dan akses kereta api untuk memudahkan transportasi wisatawan dan penumpang umum,” papar Menhub.

Nantinya akan dibuat jalan ke utara melalui Sentolo sepanjang 20-30 km. Ini untuk mendukung wisata Candi Borobudur. Selain itu juga akan disiapkan jalur kereta langsung ke bandara sehingga dapat memangkas waktu tempuh baik ke maupun dari Bandara.

Polana menambahkan, Bandara tersebut akan mempunyai panjang landasan mencapai 3.250 m x 45 m, garbarata empat unit dan parking stand 23 slot seluas 159.140 m2.

“Jadi nanti bisa melayani pesawat besar seperti Boeing B777, B787, Airbus A330 dan A350 yang bisa terbang langsung ke Jepang, Korea, China, Australia dan negara-negara di Timur Tengah,” tuturnya.

Hal ini akan memudahkan wisatawan mancanegara untuk mengunjungi obyek wisata di DIY dan Jateng. Di sisi lain, masyarakat Jateng dan DIY juga bisa melaksanakan penerbangan umroh dari bandara itu.

Terkait masalah potensi tsunami yang bisa melanda bandara yang letaknya berada di tepi Samudera Hindia ini, juga sudah dilakukan antisipasi dan mitigasi baik secara struktur maupun operasional.

“Akan dilakukan kerja sama dengan para ahli tsunami dari Jepang, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Gajah Mada Yogyakarta,” tutup Polana. (omy)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari