Angkasa Pura 2

Atasi Kemacetan, Tigor: Bangun Integrasi Layanan Transportasi Umum Massal di Kota Jakarta

KoridorSelasa, 22 Januari 2019
20190122_071229

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemprov DKI Jakarta perlu segera membangun integrasi layanan transportasi umum massal di Kota Jakarta. “Dengan begitu, masyarakat lebih mudah diakses dan jadi pilihan bertransportasi masyarakat,” kata analis kebijakan publik Fakta Azas Tigor Naingggolan di Jakarta, kemarin.

Jangan seperti sekarang Pemprov Jakarta belum juga membangun sistem integrasi menyeluruh transportasi umum massal di Jakarta. Implikaisnya masyarakat lebih memilih naik mobil pribadi atau sepeda motor dan membuat lalu lintas makin macet.

“Seharusnya Pemprov Jakarta bekerja sama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) membangun integrasi layanan transportasi umum massal di Jakarta dan kota disekitarnya,” jelas Tigor.

Dikatakan, masyarakat masih enggan menggunakan transportasi massal yang ada. “Masyarakat enggan menggunakan transportasi massal karena layanan transportasi  umum massal di Jabodetabek masih belum bagus dan belum akses,” papar putra Batak itu.

Menurutnya, keengganan masyarakat itu membuat mereka lebih memilih menggunakan kendaraan bermotor pribadi. “Akibatnya Jakarta terus macet dan memang pemprov Jakarta tidak ada upaya mau mengurai kemacetan itu,” terang Tigor.

Tidak Berfikir Sektoral

Kalau kini muncul ide atau permintaan Presiden Jokowi, menurut Tigor agar dibangun koneksi atau integrasi transportasi umum massal di Jabodetabek adalah jawaban untuk memperbaiki layanan transportasi massal dan mengurai kemacetan Jakarta.

“Jika layanan transportasi massal dibangun secara baik koneksi atau integrasinya, akan membuat masyarakat lebih menggunakan angkutan umum dan meninggalkan kendaraan pribadinya di rumah,” urai Tigor.

Fakta menambahkan, seharusnya Gubernur Jakarta, Anis Baswedan bekerja sama dengan BPTJ membangun sistem integrasi layanan Transjakarta serta angkot di Jakarta  dengan moda angkutan massal  MRT serta LRT yang dikelola oleh pemerintah nasional.

“Gubernur Jakarta tidak berpikir sektoral atau Jakarta saja. Jakarta adalah kota bagi masyarakat dari  kota di sekitarnya (BoDeTaBek) juga,” tegas Tigor.(helmi)

loading...