Angkasa Pura 2

Akademisi Dorong Pemerintah Segera Buat Regulasi Tentang Kendaraan Listrik di Indonesia

Energi Koridor Otomotif SDMRabu, 23 Januari 2019
20190123_114754

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Akademisi dan Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno mendorong Pemerintah khususnya Kementerian ESDM dan Kemenhub segara membuat regulasi mengenai kendaraan listrik di Tanah Air.

Sejalan dengan kemajuan iptek serta kemampuan anak bangsa membuat kendaraan listrik, maka Pemerintah harus membuat regulasinya. Jadi, Pemerintah harus hadir di mata rakyat.

“Pemerintah harus mendukung dan memfasilitasi pengembangan kendaraan listrik termasuk kendaraan listrik karya perguruan tinggi di Tanah Air,” kata Djoko menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Dikatakan, kedua institusi itu (Kementerian ESDM dan kemenhub) yang harus lebih banyak berperan dalam penyusunan regulasi ini. Jangan sampai adalah produk alat transportasi tapi belum diatur dengan regulasi yang jelas termasuk mobil atai motor listrik ini.

“Kini kemampuan anak bangsa sudah bagus. Mereka mampu membuat mobil listrik, motor listrik dan yang terbaru UGM-PLN berhasil membuat becak listrik,” papar Djoko.

Tahap Finalisasi

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengungkapkan bahwa perkembangan terbaru regulasi terkait kendaraan listrik yang saat ini masuk pada tahap finalisasi. 

“Up date terakhir, penyusunan peraturan kendaraan listrik, sebentar lagi akan difinalkan dengan adanya insentif kalau kita membangun industri mobil listrik di Indonesia,” kata Menteri Jonan melalui siaran resmi yang dilansir web esdm.go.id.

Dengan harapan, lanjut Jonan, bahwa harga mobil listriknya di Indonesia akan bisa terjangaku atau paling tidak bisa bersaing dengan kendaraan konvensional.

“Selain itu juga mengatur insentif industri, bea masuk, pajak-pajak juga mengatur mengenai kapasitasnya berapa dan targetnya apa dan sebagainya,” tukas Jonan.

Dia mennambahkan, kendaraan listrik seperti becak listrik yang dilaunching di UGM, lanjut Jonan, akan mengurangi polusi dan tentunya lebih ramah lingkungan.

Seperti diketahui, pencemaran udara di Indonesia terutama di kota-kota besar sudah semakin parah. Perlu langkah strategis, termasuk mengembangkan alat transportasi berbasis listrik yang ramah lingkungan ini.

“(Kehadiran becak listrik) ini supaya polusi itu bisa ditekan, listrik yang dihasilkan sebagian dari pembangkit batubara, tapi tidak akan melebihi combustion engine, mesin kendaraan,” tandas Jonan.(helmi)

loading...