Angkasa Pura 2

Keberhasilan Perolehan Bagan Pemisahan Alur Laut dari IMO, Kado Manis Awal Tahun

DermagaRabu, 23 Januari 2019
IMG-20190123-WA0000

LONDON (BeritaTrans.com) – Perjuangan panjang dua tahun Indonesia mulai dari pengajuan proposal terkait bagan pemisahan alur laut atau Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok hingga akhirnya disetujui dalam Experts Working Group on Ship Routeing yang dilaksanakan pada Senin (21/1/2019) di Markas Besar International Maritime Organization (IMO) menjadi kado awal tahun yang manis.

Selangkah lagi Indonesia akan mempunyai bagan pemisahan alur laut atau TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok dan menjadi negara kepulauan pertama di dunia yang memiliki TSS yang disahkan IMO dan berada di dalam ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) I dan ALKI II.

Selanjutnya, proposal Indonesia terkait TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok tersebut akan dilaporkan ke Plenary dalam Sidang Sub Committee on Navigation, Communications and Search and Rescue (NCSR) ke-6 di Markas Besar International Maritime Organization (IMO) London, Inggris Jumat (25/1/2019).

Penetapan TSS di selat Sunda dan Selat Lombok diperlukan untuk menjamin keselamatan pelayaran di selat yang menjadi ALKI dan cukup ramai lalu lintasnya.

Dengan adanya TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok menunjukan komit Pemerintah untuk memastikan bahwa wilayah perairan di Indonesia aman.

Direktur Kenavigasian Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Basar Antonius mengatakan bahwa nantinya sidang Plenary IMO NCSR ke-6 akan merekomendasikan proposal TSS Selat Sunda dan Selat Lombok untuk diadopsi dalam Sidang IMO Maritime Safety Committee (MSC) ke-101 Juni 2019.

Basar menjelaskan bahwa perjuangan delegasi Indonesia untuk mempertahankan proposal TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok perlu diapresiasi mengingat tidak sedikit dari delegasi negara anggota IMO yang hadir dalam Experts Group juga memberikan masukan, koreksi dan saran.

“Keberhasilan mempertahankan proposal ini juga dipengaruhi oleh strategi Indonesia melakukan pendekatan dan lobi untuk mendapatkan dukungan negara anggota IMO,” tutur Basar di London, Senin (22/1/2019).

Diantaranya dengan mensponsori coffee Break dan menampilkan video feature TSS di sela sidang NCSR ke-6 serta melakukan pertemuan informal dengan negara anggota IMO.

Dia bersyukur, keberhasilan Indonesia itu mendapatkan pujian dari negara anggota IMO yang hadir dalam Experts Group dan dijadikan contoh negara lain dalam mengajukan proposal TSS di wilayahnya ke IMO.

“Kami sangat berterimakasih atas kerja keras seluruh delegasi Indonesia sehingga proposal TSS Indonesia tersebut dapat diterima dalam Experts Group on Ship Routeing,” ujarnya.

Khususnya kepada Asisten Deputi Bidang Navigasi dan Keselamatan Maritim Kemenkomar, Odo Manuhutu, Kepala Distrik Navigasi Kelas I Dumai, Raymond Sianturi, Kepala Dinas Hukum TNI AL, Kresno Buntoro dan Kepala Dinas Nautika Pushidros, Dyan Primana

Basar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London juga Atase Perhubungan RI di London, Basarnas, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Pusat Unggulan IPTEK Keselamatan Kapal dan Instalansi Laut serta jajaran Ditjen Perhubungan Laut khususnya Direktorat Kenavigasian, Bagian Hukum dan KSLN serta Humas Ditjen Perhubungan Laut. (omy)

loading...