Angkasa Pura 2

Tingkatkan Keselamatan, Direktur Ahmad Yani: Kendaraan Angkutan Umum Baru Harus Pasang APCT Maksimal 1 Mei 2019

Koridor OtomotifKamis, 24 Januari 2019
IMG-20190124-WA0076

IMG-20190124-WA0028

BANDUNG (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhuungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan melalui Perdirjen Hubdat Nomor. SK.5311/AJ.410/DRJF tahun 2018 tentang Pedoman teknis Alat Pemantul Cahaya Tambahan (APCT) pada Kendaraan Bermotor, Kereta Gandengan dan juga Kereta Tempelan.

“APCT itu harus dipasang pada kendaraan angkutan umum (penumpang dan barang) untuk meningkatkan aspek keselamatan di jalan raya, khususnya saat kondisi gelap atau minim cahaya,” kata Direktur Angkutan Jalan Ditjen Hubdat di Bandung, Kamis (24/1/2019).

Bagi kendaraan baru, lanjut Yani, maka harus sudah dipasang APCT maksimal 1 Mei 2019. Sementara, bagi kendaraan lama atau sudah beroperasi diberikan dispensasi tapi harus dipasang APCT pada 1 November 2019 mendatang.

Menurutnya, aturan tersebut merujuk pada UU No.22/2009 tentang LLAJ, PP No.55/2012 tentang Kendaraan dan PM Perhubungan No.33/2018 tenteng Penggujian Tipe Kendaraan Bermotor.

“APCT adalah alat berupa stiker yang dapat memantulkan cahaya atau bersifat Retro Reflektif yang dipasang di bagian tertentu pada kendaraan,” kata Yani saat menajdi pembicara dalam Sosialisasi Kebijakakan Sektor Perhubungan Darat serta Penyusunan SMK di Kota Kembang Bandung itu.

Sifat material APCT, menurut dia, adalah material yang memantulkan kembali cahaya ke arah sumber datangnya cahaya sehingga material tersebut dapat terlihat oleh pengemudi kendaraan lain dalam kondisi lingkungan yang gelap atau minim cahaya pada saat cahaya lampu depan pengemudi mengenai materian tersebut.

Dikatakan Yani, stiker APCT dipasang di bagian tertentu kendaraan. Untuk bagian belakang berwarna merwah. Sementara, APCT di samping kendaraan berwarna kuning atau putih. Untuk kendaraan box/ tangki, stiker APCT bisa menyesuaikan dengan kondisi dan kontur kendaraan yang ada.

Kecelakaan Tinggi

Menurut Ahmad Yani, kebijakan pemasangan APCT berawal dari berbagai alasan, khususnya terkait keselamatan. Pertama, masih tingginya kasus kecelakaan atau tabrakan kendaraan dari belakang atau samping kendaraan.

Kasus kecelakaan tersebut terjadi, diduga karena pengemudi tak bisa melihat kendaraan di depannya atau disampingnya. Sehingga, mereka tidak bisa menghindar dan terjadilah tabrakan tersebut.

Yang ketiga, menurut Yani, adalah fakta hasil survey di berbagai negara yang menunjukkan, kecelakaan tabrakan samping atau belakang bisa diturunkan dengan pemasangan APCT itu.

Oleh karena itu, Direktur Ahmad Yani saat berbicara di depan pejabat bidang kesekalamatan dari Dishub, BPTD dan pemangku kepentingan lain seperti Organda, Aptrindo dan lainnya, meminta segera melengkapi dan memasang APCT di kendaraan yang dioperasikan.

“APCT tersebut, dengan ketentuan bisa terlihat dari jarak 200 meter, di depan atau di belakang kendaraan berikutnya. Dengan begitu, para pengemudi bisa lebih waspada bahkan menghindari terjadi kecelakaan i jalan raya,” tegas Yani.(helmi)

loading...