Angkasa Pura 2

Integrasi Angkutan Umum Jakarta Melalui JakLingko Justru Mudahkan Warga Mengakses Angkutan Umum

KoridorSelasa, 29 Januari 2019
IMG_20190125_083727

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum lama ini menceritakan penolakan pengusaha dan awak angkutan umum anggota Organda di Jakarta untuk bergabung dengan program JakLingko. Para pengusaha angkutan umum darat yang tergabung dengan Organda menolak bergabung dengan JakLingko karena dinilai tidak menguntungkan.

Padahal Gubernur Jakarta Anies Baswedan mempunyai rencana untuk memudahkan warga Jakarta mengakses transportasi umum.

“Gubernur Anies ingin warga Jakarta dapat memperoleh akses transportasi umum dalam jarak 500 meter dari tempat tinggal maupun tempat kerja,” kata analis Kebijakan dari Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Rencana ini, lanjut dia, sudah disampaikan Gubernur Anies pada akhir November 2018 lalu.

Beberapa hari lalu, Direktur Teknik dan Fasilitas PT Transjakarta, Wijanarko mengatakan bahwa pihaknya masih mengkaji permintaan Gubernur Jakarta Anis Baswedan dan akan selesai pada bulan Januari 2019 ini.

“Pihak Transjakarta masih terus mengkaji permintaan Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk membuat transportasi umun yang bisa dijangkau 500 meter dari rumah,” papar Tigor.

Kajian Selesai Januari 2019

Menurut dia, rencana kajian PT Transjakarta mengenai integrasi angkutan umum di Jakarta tersebut akan selesai bulan Januari 2109 ini.

“Membangun akses atau kemudahan menjangkau transportasi umum adalah sebuah keharusan jika mau memindahkan warga dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” terang Tigor.

Bukan hanya angkutan umum, menurut Tigor, juga harus didukung Fasilitas kemudahan akses akan memfasilitasi perpindahan ke transportasi umum dan akhirnya mengurai kemacetan di Jakarta dan kita sekitarnya.

Kemudahan akses tersebut bisa langsung dilakukan segera dengan membangun sistem integrasi seluruh moda transportasi umum di Jakarta.

“Integrasi dilakukan dengan menata semua rute transportasi umum yang ada dan membuat semua moda transportasi umum saling terkoneksi satu sama lain,” urai Tigor. (helmi)

loading...