Angkasa Pura 2

PT Bukit Asam akan Bangun Jalur Kereta Stasiun Simpang Ogan Ilir-Perajen Banyuasin Sepanjang 38,35 Km

EmplasemenKamis, 31 Januari 2019
images (6)

PALEMBANG (BeritaTrans.com) – Melihat cadangan batubara yang masih berlimpah maka PT Bukit Asam (PTBA) berencana meningkatkan kapasitas angkut batubara dari 25 juta ton per tahun menjadi 35 juta ton per tahun.

“Kita akan menambah kapasitas angkut batubara sebanyak 10 juta ton per tahun,” kata Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam (PTBA) Fuad Iskandar Zulkarnain saat Bimbingan Teknis dan FGD Perijinan Penyelenggaraan Perkeretaapian di Graha Bina Praja (Auditorium), Kamis (31/1/2019).

PTBA juga berencana akan membangun jalur kereta api dari Stasiun Simpang Ogan Ilir menuju Stasiun Perajen Banyuasin sejauh 38,35 kilometer.

Jalur kereta ini rencananya akan mulai beroperasi pada 2023.

“Saat ini ada tiga fokus utama pembangunan, yakni menyiapkan tambang, trase, dan juga pelabuhan.”

“Semua sedang dalam proses, kami sudah membuat timeline-nya,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk pelabuhannya rencananya akan dibangun di Perajen, Kabupaten Banyuasin untuk mengantarkan Batubara langsung ke laut.

Dalam perencanaan, pembangunan trase kereta api ini akan melewati dua jalan tol yakni Tol Palembang-Indralaya dan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung.

Jalur ini juga melintasi Sungai Komering, Sungai Pemulutan, serta Sungai Ogan.

Saat ini, pihaknya sedang berupaya untuk mendapatkan Izin trase, dan selanjutnya adalah izin persiapan pembangunan, dan pada akhirnya memperoleh izin operasi.

“Apabila trase ini sudah beroperasi maka yang tadinya memproduksi 25 juta ton batubara per tahun. Bisa jadi 35 ton per tahun,” ungkapnya.

Menurutnya selama ini, kapasitas angkut sendiri masih terbilang terbatas, padahal cadangan dan potensi batubara di Sumatera Selatan sangat tinggi.

Selain menambah infrastruktur pengangkutan, juga akan dilakukan pengembangan stockpile yang sudah ada.

Dalam proses pembangunan nanti, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna menyesuaikan segala aturan yang berlaku sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai prosedur.

(ray/sumber: tribunnews.com)

loading...