Angkasa Pura 2

25 Tahun Dikelola BUMN/ Swasta Saatnya Jalan Tol Dikembalikan ke Negara dan Dijadikan Jalan Tak Berbayar

KoridorJumat, 1 Februari 2019
20190122_071229

1326365-gal--antrean-mobil-di-gerbang-tol-jagorawi--780x390-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Soal jalan tol di Indonesia ada yang menarik yakni tentang pengelolaan jalan tol yang sudah melampaui 25 tahun dikelola oleh swasta atau BUMN. Saat ini pulau Jawa  sudah terhubung secara baik dengan jalan tol Trans Jawa. 

Perjalanan yang awalnya lambat, dengan tol Trans Jawa ini menjadi  lebih cepat dan efisien. Tinggal saat ini bagaimana Pemerintah membangun lebih baik lagi  saran angkutan umum serta jalan penghubung sehingga akses masyarakat menjadi lebih baik lagi. 

“Sudah seharusnya setiap pembangunan  infrastruktur atau sarana publik, termasuk jalan  tol diabdikan untuk meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat setempat,” kata Analais kebijakan publik Forum Warga Kota Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, keberadaan fasilitas jalan atau infrastruktur jalan seharusnya  memiliki peran dalam pengembangan transportasi dan kehidupan masyarakat penggunanya.

“Begitu pula dengan keberadaan jalan tol dan layanannya seharusnya membangun perbaikan masyarakat dan diabdikan bagi kesejahteraan umum,” jelas Tigor.

Biasanya pengelolaan sebuah sarana publik seperti infrastruktur jalan tol oleh swasta atau BUMN setelah 25 tahun dapat diperpanjang 10  tahun atau 15 tahun. “Dan, selanjutnya  dikembalikan kepada Pemerintah pengelolaannya untuk diberikan kepada masyarakat,” papar Tigor.

Salah satu jalan tolong yang sudah lama dikelola oleh swasta atau BUMN itu adalah  Jalan tol Jagorawi, jalan tol pertama di Indonesia yang mulai dibangun pada tahun 1973, menghubungkan Jakarta-Bogor-Ciawi.

Jalan tol ini dibangun dengan biaya Rp 350.000.000,00 per kilometer pada kurs Rupiah saat itu. Jalan tol sepanjang kurang lebih 50 km ini diresmikan  Presiden Soeharto pada tanggal 9 Maret 1978.

Saat diresmikan, jalan tol tersebut baru sampai ruas Jakarta-Citeureup saja dan sekarang sudah menjadi Bogor, Ciawi dan Sukabumi (Bocimi) pada pemerintaha presiden Jokowi.

Jalan tol Jagorawi merupakan jalan tol pertama yang didanai APBN dari pinjaman luar negeri. Kemudian, pengelolaannya diberikan kepada PT Jasa Marga sebagai modal awal perusahaan tersebut dan merupakan penyertaan pemerintah.

Menurut Tigor, jalan tol Jagorawi saat ini sudah dikelola oleh PT Jasa Marga mendekati 41 tahun. Sudah saatnya ya pemerintah melakukan evaluasi dan audit terhadap pengelolaan serta keuangan hasil pengoperasian komersial jalan tol Jagorawi.

41 Tahun Tol Jagorawi

Melihat waktu 41 tahun kesempatan PT Jasa Marga, menurut Tigor, maka sudah saatnya pengelolaan jalan tol Jagorawi dikembalikan kepada Pemerintah agar dijadikan jalan umum tidak berbayar.

“Penting juga DPR RI atau ketua DPR RI juga meminta dan mendorong pemerintah mengembalikan pengelolaan jalan tol menjadi jalan umum dikelola Pemerintah,” urai Tigor. 

Pengembalian jalan tol menjadi jalan umum tanpa bayar yang dikelola pemerintah perlu dilakukan karena sudah sangat memberikan keuntungan atau pemasukan kepada PT Jasa Marga dan melunasi semua biaya serta hutang pembangunannya.(helmi)

loading...