Angkasa Pura 2

TTA Sukabumi Ajang Belajar Siswa dan Tempat Kumpul Anggota Komunitas

Destinasi Koridor Otomotif SDMSabtu, 2 Februari 2019
IMG-20190202-WA0002

IMG-20190202-WA0003

SUKABUMI (BeritaTrans.com) – Terminal Tipe A (TTA) Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) mendapat kunjungan siswa dan pelahar mulai TK/ PAUD sampai SMK. Mereka belajar mengenai transportasi umun bahkan menjadi tempat berbagai komunitas kumpul dan beraktivitas.

ula bukan hanya dari anak anak siswa tk akan tetapi dari siswa yg sudah tahu akan peraturan yaitu dari siswa-siswi

Para pelajar SMK Pariwisata juga berkunjung dan belajar ke TTA Sukabumi ini. Mereka pun bersemangat ketika kami memberikan pandangan dan ilmu tentang kelalulintasan yang bisa di kolaborasi kan dengan pariwisata.

Koter tipe A Sukabumi Yuki mengatakan, kegiatan ini adalah sebagai suatu usaha agar anak usia dini sampai remaja/ pelajar mencintai angkutan umum dan tidak bergantung dengan angkutan pribadi.

“Disini kita mengenalkan dan mengajarkan secara dini bagaimana anak-anak sejak usia dini mengenal bahwa masih ada angkutan lain yang dapat di gunakan untuk bermobilisasi untuk segala kegiatan,” kata Yuki saat dikonfirmasi BeritaTrans.com, kemarin.

Dikatakan, memang konsekwensinya kita harus menyiapkan pelayanan angkutan yang baik dan terintegrasi.

“Kasihan kalau melihat anak-anak harus jalan kaki ke sekolah karena tidak ada pelayanan angkutan,” jelad Yuki.

TTA Sukabumi, aku Yuki, selain digunakan oleh anak-anak usia dini dan pelajar dan remaja untuk belajar.

IMG-20190202-WA0004

Tempat Komunitas Kumpul

Di sisi lain, papar Yuki, TTA Sukabumi juga digunakan oleh klub/komunitas seperti Mazda Solidarity Sukabumi, Bus Mania Cumunity dan Komunitas Drone Sukabumi untuk berkumpul dan bersosialisai.

TTA Sukabumi kini menjadi “destinasi” wisata baru di Kota Sukabumi. Paling tidak bagi anggota komunitas kendaraan serta pecinta drone dari Sukabumi dan sekitarnya.

Yuni menambahkan, pihaknya harus menunjukan bahwa terminal adalah tempat yang manusiawi yang bebas dari preman dan kriminal.

“Sehingga semua masyarakat dapat menggunakan terminal untuk edukasi dan berkumpul,” tandas Yuki mengakhiri percakapannya.(helmi)

loading...