Angkasa Pura 2

Punya Bandara International, Menhub Budi Karya Minta Semua Pihak Kampanyekan Potensi Wisata Lampung

Bandara DestinasiMinggu, 3 Februari 2019
IMG-20190203-WA0001

LAMPUNG (BeritaTrans.com) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 24 November 2018 telah meminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menetapkan Bandara Radin Inten II Bandar Lampung sebagai bandara internasional.

Saat kunjungannya tersebut Jokowi menilai fasilitas di bandara tersebut sudah memenuhi syarat untuk menjadi bandara internasional.

Setelah itu, pada tanggal 25 Desember 2018 telah keluar Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KP 2044 Tahun 2018 tentang Penetapan Bandar Udara Radin Inten di Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung sebagai Bandar Udara Internasional.

Dalam surat keputusan tersebut diterangkan bahwa sebagai bandara internasional, Bandara Radin Inten II harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya, keselamatan, keamanan, pelayanan.

Sementara, unit kerja dan personel yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kepabeanan, keimigrasian, dan kekarantinaan dan tersedianya penerbangan internasional dari dan ke Bandara Radin Inten II enam bulan setelah surat keputusan dikeluarkan.

Kini, Bandara Radin Inten II Bandar Lampung sudah menjadi bandara international. Beberapa maskapai nasional juga siap membuka rute penerbangan international ke Ibukota Pemprov Lampung itu.

Di sisi lain, banyak destinasi wisata yang menarik dan bisa dijual ke wisawatan mancaegara (wisman) di daerah Lampung. Mulai wisata sejarah, Sekolah Gajah, wisata alam dan wisata bahari juga ada di Lampung. Perairran lampung, khususnya di pantai barat Sumatera mempunyai ombak besar dan bisa dikmas menjadi objek wisata surfing termasuk pesona alam Anak Gunung Krakatau juga banyak diminati wisatawan lokal dan wisman.

Kampanye Potensi Wisata

Dalam kunjungan kerja ke Lampung, Sabtu (2/2/2019) Menhub Budi Karya Sumadi Kita semua harus kampanyekan secara insentif potensi wisata ini. Membangun destinasi wisata tak bisa dikerjakan oleh seseorang diri.

Oleh karenanya, pinta Menhub semua pihak seperti Pemda, Kementerian Pariwisata, dan pelaku usaha destinasi wisata harus lakukan itu. Semua pihak harus berkontribusi sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.

“Sehingga (membangun destinasi wisata Lampung) ini bisa menjadi satu kombinasi yang akhirnya membuat turis dari Singapura minimal itu mudah mencari informasi tetapi juga mendapatkan suatu output yang bagus,” tandas Menhub.(helmi)

loading...