Angkasa Pura 2

Kapal Amelia Angkut Elpiji Meledak di Perairan Samarinda

DermagaSelasa, 5 Februari 2019
FB_IMG_1549376824007

SAMARINDA (BeritaTrans.com) – Kapal ponton mengangkut semabko dan elpiji dikabarkan meledak di Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (5/2/2019) malam.

Informasi soal terbakar dan meledaknya kapal muncul di grup facebook pelaut. Salah satunya akun Bayu Ramadhan Pradana mengabarkan peristiwa itu.

2019-02-05 21.39.20

Dengan menyertakan empat foto, Bayu menyebutkan akibat kejadian itu, sebanyak enam orang menjadi korban. Dia tidak memyebutkan korban tersebut apakah meninggal dunia atau hanya luka.

Ternyata ledakan tersebut berasal dari kapal Amelia bermuatan ratusan tabung elpiji. Antara memberitakan kapal itu meledak di Dermaga Sungai Mahakam, Jl KH Mas Mansyur, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (5/2) malam.

Ledakan terdengar keras hingga radius 5 km dan membuat warga sekitar dermaga panik, sehingga berusaha mencari sumber suara menggelegar tersebut.

Saat peristiwa itu terjadi, KM Amelia dalam kondisi sandar dan direncanakan akan berlayar menuju Biduk-biduk, Kabupaten Berau. Berdasarkan informasi, akibat ledakan tersebut tiga orang menjadi korban mengalami luka bakar dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit terdekat.

Ledakan juga menyebabkankapal Tanjung Emas yang bersandar bersebelahan dengan KM Amelia, ikut tenggelam.

Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian mengatakan bahwa sebelum ledakan tidak ada aktivitas diatas kapal Amelia, sejumlah ABK terlihat beristirahat karena bersiap melanjutkan perjalanan ke Biduk Biduk Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Berau. Kapal Amelia berangkat dengan membawa 9 bahan pokok ditambah tabung gas.

Kapal Amelia itu memiliki tujuh orang anak buah kapal (ABK) Akibat insiden itu, tiga ABK mengalami kritis dan langsung dilarikan ke rumah sakit, satu ABK luka ringan, Sementara dua ABK lainnya dilaporkan hilang tenggelam bersama kapal dan masih dilakukan pencarian oleh tim gabungan Polri, TNI, SAR, BPBD, serta sejumlah relawan di Samarinda.

Alimin (48) pengawas dermaga SI Mahakam mengatakan, sebelum ledakan tidak ada kegiatan yang dilakukan para pekerja, di sekitar dermaga hanya ada dirinya dan beberapa warga yang sedang memancing.

“Saat terjadi ledakan yang begitu kencang saya langsung selamatkan istri dan anak saya untuk menjauhi dermaga, sementara warga yang ada di sini semuanya lari menyelamatkan diri,” katanya.

Kapal Amelia tiba pada senin (4/2) kemarin sedangkan KM Tanjung Emas batu tiba selasa sore.

“Kapal KM Amelia ini dari Biduk-biduk, Berau. Sedangkan KM Tanjung Emas dari samarinda, Rencananya Kapal Amelia ini akan membawa sembako dan tabung gas LPG ke Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim). Sementara Kapal Tanjung Emas mau bawa pupuk ke Mahakam Ulu (Mahulu), tapi belum dimuat,” kata Alimin.
Baca juga: Kisah 5 Nelayan Asal Pangkep 3 Hari Terombang-ambing di Laut

Di dermaga terdapat banyak pecahan kaca dan kayu serta barang-barang yang berserakan yang diduga berasal dari kapal meledak itu. Bahkan petugas Kepolisian dari Polsekta KP3 Samarinda bersama Polresta Samarinda dan Polsekta Sungai Kunjang sudah memasang garis polisi dan melarang masyarakat untuk menyaksikan di dalam dermaga demi keselamatan.

Kepala SPKT Polresta Samarinda Iptu Hardi menjelaskan, saat ini terdapat tiga korban yang dirawat di rumah sakit.

Pihaknya bersama dengan unsur terkait masih melakukan pencarian terhadap korban yang diduga ikut tenggelam bersama kapal.

“Penyebab ledakan masih diselidiki, untuk sementara ini ada tiga korban dirawat. Untuk dugaan ada korban lainnya, kami masih lakukan pencarian untuk memastikannya,” ujarnya pula.

(awe).

  • Hmt Manalu

    Selamat Pagi berkaitan dengan berita Kapal Ponton Angkut BBM dikabarkan meledak di Perairan Sungai Mahakam mohon dikoreksi bahwa kapal yang meledak adalah jenis kapal motor kayu. terima kasih