Angkasa Pura 2

Tim SAR Cari 2 Korban Kapal Angkut Elpiji Meledak di Sungai Mahakam

DermagaRabu, 6 Februari 2019
FB_IMG_1549376844422

SAMARINDA (BeritaTrans.com) – Tim pencarian dan pertolongan gabungan masih menyisir sebagian Sungai Mahakam untuk mencari dua korban hilang akibat meledaknya kapal pengangkut barang dan tabung gas.

Dua korban yang belum ditemukan yakni kru kapal, Arman (25) dan Jamaluddin (50).

Pencarian hari kedua, dimulai sejak Rabu (6/2/2019) pukul 06.00 Wita hingga pukul 18.00 wita. Adapun lokasi pencarian di radius 2-3 nautical milles atau sekitar 10 km dari last known position, persisnya di dermaga di sekitar kawasan Sungai Kunjang.

Saat ini, di dermaga di lokasi kejadian sudah diberi garis polisi. Nampak tumpukan tabung gas 12 dan 3 kg yang diduga diangkut kapal yang meledak ditumpuk di dekat dermaga.

Serpihan kaca dan kayu bekas bangunan dan kapal yang meledak tampak berserakan sekitar 20 meter dari tempat tambat dermaga yang meledak.

Tim pencarian dan pertolongan gabungan masih menyisir sebagian sungai Mahakam untuk mencari dua korban hilang akibat meledaknya kapal pengangkut barang dan tabung gas. Dua korban yang belum ditemukan yakni kru kapal, Arman (25) dan Jamaluddin (50).

pencarian-korban-2
Tim pencarian dan pertolongan gabungan masih menyisir sebagian sungai Mahakam untuk mencari dua korban hilang akibat meledaknya kapal pengangkut barang dan tabung gas. Dua korban yang belum ditemukan yakni kru kapal, Arman (25) dan Jamaluddin (50). (Tribunkaltim.co/ Nalendro Priambodo)

Di dermaga tempat kejadian ledakan, nampak dua penyelam dari berseragam Brimob usai melakukan penyelaman. Namun belum membuahkan hasil. Sementara itu, ada dua penyelam tradisional yang kembali menyelam tak jauh dari lokasi kebakaran.

Kondisi cuaca terpantau berawan tebal dengan suhu 26 derajat celsius, dengan kecepatan angin 9 km per jam.

Diutarakan Kepala Kantor Pencarian & Pertolongan Kelas A Balikpapan, Gusti Anwar Mulyadi, melalui Kepala Unit Siaga SAR Samarinda, Dede Hariana, teknik pencarian juga menggunakan teknik penyisiran manual di areal yang ditetapkan. Pihaknya tidak merekomendasikan pencarian dengan cara menyelam.

“Karena kalau menyelam, tidak efektif karena (korban) terbawa arus. Kecuali korban tersangkut bersama kapal,” ucap Dede di lokasi pencarian, Rabu (6/2/2019).

Karena itu, untuk saat ini, pihaknya lebih memfokuskan pencarian manual dengan perahu karet di sela-sela tongkang atau kapal lainnya di areal pencarian yang sudah ditetapkan. Pencarian ini, melibatkan sedikitnya 40 unsur SAR gabungan.

“Sesuai dengan Undang-undang pencarian dan pertolongan no 29 tahun 2014, pencarian maksimal berlangsung 7 hari,” ucapnya.

Tim pencarian dan pertolongan gabungan masih menyisir sebagian sungai Mahakam untuk mencari dua korban hilang akibat meledaknya kapal pengangkut barang dan tabung gas. Dua korban yang belum ditemukan yakni kru kapal, Arman (25) dan Jamaluddin (50).

Dede Hariana menambahkan, dari hasil keterangan saksi-saksi, serta data yang dihimpun oleh pihaknya dilokasi kejadian, ledakan berasal dari KM Amelia yang mengangkut sembako dan ratusan tabung gas elpiji, dengan tujuan Biduk biduk, Berau.

Ledakan sendiri diduga dipicu setelah salah satu anak buah kapal (ABK) berupaya menyalakan alkon. Saat menyalakan mesin alkon itulah tiba-tiba terjadi ledakan yang berasal dari tempat barang-barang diletakan, yang juga terdapat tabung gas elpiji.

“Dari keterangan saksi dan datang yang kita himpun, ledakan diduga berawal saat salah satu orang di kapal hendak menyalakan alkon, lalu tiba-tiba terjadi ledakan,” ucapnya.

Akibat kejadian itu, selain KM Amelia yang hancur, juga terdampak terhadap KM Tanjung Mas yang sandar tepat disebelah KM Amelia. KM Tanjung Mas pun karam akibat ledakan tersebut.

“Dua kapal tenggelam, serta dermaga mengalami rusak berat. Selain melakukan pencarian dengan menyisir disekitar lokasi kejadian, nantinya kita juga akan bangun posko,” jelasnya.

Selain mengakibatkan korban jiwa meninggal, uang tunai senilai Rp 40 juta yang disimpan di dalam tas yang terdapat di KM Amelia juga raib. Hingga saat ini Kepolisian belum dapat memastikan penyebab hilangnya uang tersebut.

“Kita belum dapat pastikan hal itu, termasuk penyebab utama dari terjadinya ledakan. Kita masih lakukan penyelidikan,” ucap Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda, AKP Aldi Alfa Faroqi.

Diberitakan sebelumnya, ledakan dahsyat menggelegar disekitar kawasan Sungai Kunjang, sekitar pukul 21.00 Wita, Selasa (5/2/2019).

Ledakan tersebut terdengar hingga radius 5 Km lebih, yang membuat warga sekitar panik. Ledakan itu sendiri berasal dari KM Amelia yang sandar di dermaga SI Mahakam, jalan KH Mas Mansyur yang membawa ratusan tabung gas elpiji dan sembako, yang akan dikirim menuju Biduk biduk, Berau.

(via/sumber: tribunnews.com).

loading...