Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat: Pemilik Barang Perlu Pahami Aturan Muatan Barang

Ekonomi & Bisnis Koridor OtomotifKamis, 7 Februari 2019
IMG-20190207-WA0049

IMG-20190207-WA0050

PELALAWAN (BeritaTrans.com) –
Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Hubdat, Kemenhub, Sigit Irfansyah, dalam paparannya pada Focus Group Discussion tentang zero overdimensi dan overloading (ODOL), di Hotel Unigraha, Kompleks PT. RAPP, Pelalawan, Riau meminta semua pihak terutama pemilik barang memahami dan taat regulasi mengenai larangan ODOL.

“Pemilik barang perlu memahami aturan muatan barang harus memenuhi daya angkut seperti yang tertera dalam buku uji kendaraan bermotor,” kata Sigit di Pelalawan Riau, Kamis (7/2/2019).

Sigit juga mengajak pihak transporter untuk tidak mengoperasikan kendaraan angkutan barang yang overdimensi.

“Zero ODOL mampu menghemat anggaran negara untuk pembangunan infrastruktur yang baru daripada perbaikan jalan yang rusak,” jelas mantan Ketua STTD itu.

Pengawasan dari Hulu

Sigit pun menekankan perlunya upaya pengawasan kendaraan bermotor dari hulu. “Saat ini memang kami perketat pengawasan di industri karoseri,” jelas Sigit.

“Fisik kendaraan akan dicek dan harus sesuai dengan SK Rancang Bangun, jika tidak sesuai, saya jamin SRUT tidak akan keluar. Jika SRUT tidak keluar, STNK juga tidak akan ada,” kilah Sigit.

Selain itu pihaknya juga memperketat pengawasan pelaksanaan pengujian berkala kendaraan bermotor.

“Tempat pengujian yang meloloskan kendaraan yang overdimensi, bahkan kendaraan yang tidak memiliki SRUT dan STNK, akan ditutup,” tegas Sigit.(helmi)

loading...