Angkasa Pura 2

Wow, Bandara Silangit Diperluas Lima Kali Lipat

Bandara KokpitJumat, 8 Februari 2019
IMG-20190208-WA0031

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Bandara internasional Silangit, Siborong-Borong tengah mempersiapkan penyambutan bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin berlibur ke Danau Toba.

Tak tanggung-tanggung, PT Angkasa Pura II melakukannya dengan memperluas lima kali lipat dari yang eksisting saat ini.

“Saat ini terminal penumpang saat ini 2.500 meter persegi dan akan menjadi 10.499 meter persegi,” jelas Presiden Direktur Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin di Tangerang, Jumat (8/2/2019).

Perluasan terminal itu membuat Bandara Silangit bisa mengakomodir pergerakan hingga satu juta penumpang per tahun, dari saat ini hanya sekitar 500.000 penumpang.

Jumlah penumpang pesawat di Bandara Silangit kata dia memang terus tumbuh signifikan setiap tahun. Pada 2016 pergerakan penumpang tercatat 155.214 orang, lalu naik 82% pada 2017 menjadi 282.586 orang.

Kemudian pada 2018 pergerakan penumpang tercatat 425.476 orang atau naik 50,56% dibandingkan dengan 2017.

“Perluasan terminal diperlukan karena saat ini jumlah pergerakan penumpang sudah hampir menyentuh kapasitas eksisting,” tuturnya.

Bandara Silangit merupakan akses utama bagi wisatawan untuk bepergian ke Danau Toba yang ditetapkan sebagai salah satu destinasi ‘Bali Baru’. Pihaknya berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan tingkat pelayanan di Bandara Silangit melalui berbagai pengembangan infrastruktur.

Di samping perluasan terminal penumpang, runway di Bandara Silangit juga dikembangkan dari 2.400 x 30 m menjadi 2.650 m x 45 m. Pengembangan runway tidak lain agar bandara dapat didarati pesawat sekelas Boeing 737-800 NG.

Pergerakan pesawat di Bandara Silangit dari tahun ke tahun selalu meningkat. Sebanyakri 2.695 (2016), 3.787 (2017), dan 4.878 (2018).

“Guna mendukung operasional bandara, AP II juga akan memperluas area parkir kendaraan bermotor menjadi 8.231 meter persegi dan membangun gudang kargo seluas 2.250 meter persegi,” imbuh dia.

Khusus pergerakan kargo, pada 2016 tercatat hanya 12.258 ton, lalu meningkat menjadi 121.487 ton (2017) dan kemudian sekitar 440.329 ton (2018). (omy)

loading...