Angkasa Pura 2

Ini Harapan dan Tantangan Prof. Danang Parikesit Sebagai Kepala BPJT

Koridor SDMSabtu, 9 Februari 2019
20190209_064147

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Prof. Dr Danang Parikesit, Guru Besar FT UGM dilantik menjadi Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, di Jakarta, Jumat (8/2/2019) siang.

Mantan Ketua MTI Danang Parikesit itu dilantik menggantikan pejabat lama Danang Parikesit akan menjabat untuk periode selama empat tahun ke depan.

Danang menggantikan Herry Trisaputra Zuna yang telah mengemban jabatan tersebut sejak November 2015.

Sementara Herry menjabat sebagai salah satu direktur di Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur yang baru dibentuk di Kementerian PUPR.

Banyak harapan dan dukungan pada pakar transportasi ini agar bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik dalam pengelolaan dan penyelenggaraan jalan tol di Tanah Air.

Apalagi, permasalahan jalan tol di Indonesia termasuk Transjawa makin banyak dan beragam. Butuh kerja keras dan kebijakan untuk bisa mengembalikan peran dan fungsi jalan tol sesuai rencana semula, yaitu memperlancar arus logistik serta mobilitas orang le ih baik, cepat, murah dan selamat.

Optimalisasi Tol Transjawa

Direktur Instrans dan pengamat transportasi Darmaningtyas berharap, Kepala BPJT (Prof Danang Parikesit) bisa melakukan
optimalisasi tol Transjawa agar bisa menjadi tulang punggung angkutan logistik.

Oleh karenanya, “Perlu mengkaji tarifnya agar terjangkau oleh angkutan logistik di Tanah Air,” kata Tyas, sapaan akrab dia menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Selanjutnya, saran Tyas, (BPTJ)
berhenti membangun tol baru di Jawa. “Pasalnya, Jawa itu lahan subur untuk pertanian dan cadangan air baku nasional,” papar Tyas.

Jika dibangun jalan tol, menurut dia, maka berpotensi mengurangi lahan subur tersebut.

Dia menambahkan, jalan Tol Transjawa sekarang belum efektif, masih bantak longgarnya krn tarif terlalu mahal.

“Implikadinya, pengemudi truk lebih suka lewat jalan alteri (pantura Jawa). selain murah juga bisa berhenti di mana saja ketika merasa capek,” terang Tyas.

Evaluasi Bangun Jalur Khusus Sepeda Motor

Pendapat sama juga disampaikan Doko Setijowarno, pakar transportasi dan Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto kepada Kepala BPJT yang baru Prof. Danang Parikesit.

“(BPJT) agar mengevaluasi rencana pembangunan jalur tol (khusus untuk sepeda motor) yang menghabiskan lahan produktif dan sumber mata air,” saran Djoko.

BPJT, tambah Djoko harus lebih pro angkutan umum dan rakyat banyak. Bagaimana jalan tol bisa mendukung proses diatribusi barang dan jasa nasional yang cepat, murah dan selamat,” terang Djoko.

“Tol pilihan alternatif (bagi angkutan logistik nasional), biar murah. Makanya, sediakan jalur tol untuk angkutan umum barang dan penumpang,” tegas Djoko.(helmi).

loading...