Angkasa Pura 2

Pembangunan Jalan Tol dan Kereta Api Tak Perlu Dipertentangkan Secara Diametral

Emplasemen KoridorSabtu, 9 Februari 2019
Jalan Tol Soreang-Pasirkoja

kereta-api-553x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pembangunan jalan tol dan perkeretaapian di Indonesia tidak perlu dipertentangkan secara diametral. Sebaliknya kedua moda transportasi itu harus disimergikan untuk menghasilkab nilai tambah optimal.

“Tidak ada negara yang hanya mengandalkan KA saja atau jalan tol saja dalam mengembangkan perekonomiannya,” kata pakar dan pengamat KA Taufik Hidayat melalui akun @taufik hidayat, kemarin.

Menurutnya jalan tol & KA harus saling melengkapi. Indonesia khususnya di Jawa dan Sumatera dan segera menyusul Sulawesi bisa menyinergikan motra jalan tol dan KA.

Namun sayang sekali, kritik Taufik, hingga saat ini belum lahir blueprint transportasi nasional yang mengatur masing-mading peran KA & jalan tol.

Sementara, warganet melalui @maskli kliwon mengatakan, “Setuju pak TH, peran masing-masing moda harus dipertegas. misalnya, angkutan barang skala masal dan kontinyu via KA tanpa reserve.”

Angkutan penumpang dengan KA untuk jarak menengah dan jauh tidak untuk jarak pendek, kecuali angkutan perkotaan/ kommuter.

Menurut Kliwon, perlu dipublish, seberapa besar peningkatan market share KA pra vs purna beroperasinya jalur ganda Pantura Jawa.

Sekilas, tambah Kliwon, dari data annual Report KAI tak terjadi peningkatan yang signifikan.

“Betul. Tidak ada perubahan. Untuk (share angkutan) penumpang 8% dan barang 0.6%,” tegas Kliwon.(helmi)

loading...