Angkasa Pura 2

Kampanye Keselamatan, OBU V Ramp Check Pesawat di Bandara Hasanuddin

Bandara KokpitMinggu, 10 Februari 2019
IMG-20190210-WA0092

IMG_20190210_110404

MAKASSAR (BeritaTrans.com) – Dalam rangkaian Kampanye Keselamatan Penerbangan, Otoritas Bandar Udara (OBU) wilayah V melakukan ramp check pesawat di Bandara Hasanuddin.

Kepala OBU wilayah V Agus Priyanto didampingi Plt. Kabag Hubungan Internasional, Kerja Sama, Humas, dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Sigit Widodo, GM Bandara Hasanuddin Angkasa Pura I Wahyudi, GM Airnav Indonesia Cabang Makassar Novy Pantaryanto, dan jajarannya.

Disela ramp check, Agus mendapati temuan minor yakni pengganjal roda pesawat yang kurang lengkap dan langsung meminta untuk dipenuhi.

“Meski minor namun harus dipenuhi sesuai standar yang berlaku demi keselamatan dan keamanan,” tutur Agus di Makassar, Ahad (10/2/2019).

Dia mengingatkan seluruh stakeholder penerbangan untuk mengutamakan keselamatan dan mengedukasi pengguna jasa agar juga memahami dengan baik.

Kegiatan ramp check disebutkan dia juga dilaksanakan setiap hari sebelum pesawat beroperasi, tidak hanya pada hari ini saja untuk keselamatan penerbangan.

GM Airnav Novie menambahkan bahwa keselamatan penerbangan juga perlu dukungan dari lingkungan sekitarnya.

IMG_20190210_144545

“Ada beberapa aktifitas yang dapat berdampak pada keselamatan seperti penggunaan drone, menerbangkan balon udara, lampion, dan layang-layang,” kata dia.

Tak kalah berbahaya untuk keselamatan penerbangan adalah permainan lampu laser yang tak terkendali, terutama pada malam hari.

Pada tahun 2018 terdapat 25 kasus lampu laser yang diterima pihaknya dan dapat ganggu penerbangan.

“Kami menyebarkan 15ribu SMS untuk edukasi dan sosialisasi bahayanya lampu laser pada penerbangan, begitu juga melalui media sosial kami galakkan demi keselamatan,” ungkapnya.

Senada, Agus juga mengimbau agar pemerintah daerah juga menyadari betul, ada beberapa hal yang dapat berpotensi pada bahaya keselamatan penerbangan.

“Hal di luar bandara kami tidak memiliki otoritas, untuknya diimbau agar pemda mengeluarkan ketentuan atau Perda terkait hal mendukung keselamatan penerbangan,” pungkas Agus. (omy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari