Angkasa Pura 2

Balitbanghub-DPRD Bangka Selatan Bahas Pengembangan Transportasi Laut

Dermaga LitbangSelasa, 12 Februari 2019
IMG-20190212-WA0021

IMG-20190212-WA0016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbanghub) bersama DPRD Bangka Selatan melakukan pertemuan bahas pengembangan transportasi khususnya moda laut.

“Mereka mengharapkan adanya dukungan studi/kajian dalam rangka mengembangkan transportasi di Kabupaten Bangka Selatan, khususnya transportasi laut dan penyeberangan yang selama ini pelayanan pelayaran ke Pulau Lepar dan Pulau Liat (Pulau Pongoh) masih belum memadai dan terbatas,” urai Kapuslitbang Laut dan Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Capt. Sahattua di Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Pertemuan yang dilaksanakan akhir pekan lalu (8/2/2019) menurut Capt. Sahattua dihadiri Perwakilan DPRD Kab. Bangka Selatan dari Komisi III, dipimpin Sekretaris Komisi III Musani.

Dalam kesempatan itu juga dibahas perlu adanya dukungan studi/kajian transportasi laut atau penyeberangan yang akan digunakan untuk mendukung rencana pelayanan dari rute Pelabuhan Toboali dan Pelabuhan Sadai ke Palembang atau Kabupaten Ogan Komering Ulu.

“Untuk mendukung adanya kegiatan studi/kajian, perlu adanya surat permintaan dari instansi terkait dari Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan,” ungkapnya.

Perlu juga adanya pemetaan lokasi dimana studi/kajian yang akan dilaksanakan dari instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.

Dia menambahkan bahwa mendukung transportasi di Kabupaten Bangka Selatan khususnya transportasi laut dan penyeberangan, ada tiga pelabuhan yang direncanakan baik dalam Perda No.6 tahun 2014 tentang RTRW 2014-2034 maupun dalam KP.432 tahun 2017 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), masing-masing adalah Pelabuhan Sadai, Pelabuhan Toboali, dan Pelabuhan Lepar.

“Untuk mendukung transportasi daerah kepulauan, sudah banyak referensi transportasi yang sophisticated dengan mudah diimplementasikan dengan hanya membangun sejenis plengsengan tidak harus membangun pelabuhan, dengan dukungan transportasi air (bus air) yang dapat langsung dioperasikan dan tidak membutuhkan lokasi lahan yang luas serta langsung bisa beroperasi di jalan raya,” ujar Capt. Sahattua.

Puslitbang Transportasi LSDP akan menindaklanjuti, mengingat belum pernah ada studi/kajian khususnya terkait transportasi di Kabupaten Bangka Selatan yang dilakukan. (omy)

loading...