Angkasa Pura 2

Dubes UE: MRT Jakarta Sangat Modern & Lebih Bagus Ketimbang Eropa

EmplasemenSelasa, 12 Februari 2019
2019-02-12 20.52.36

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Duta Besar (Dubes) Uni Eropa (UE) untuk Indonesia Vincent Guerend memuji Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dengan kata “Bagus” dalam bahasa Indonesia dan lebih modern dari MRT Eropa.

“Saya sangat senang sekali, pada dasarnya saya menyukai moda kereta dan saya melihat MRT ini sangat modern, bersih pada pintu dan pendingin udaranya. Saya tidak sabar untuk menanti MRT ini dibuka untuk masyarakat umum pada Maret tahun ini,” ujar Vincent kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Dubes UE tersebut menyatakan keinginannya untuk mengajak anggota keluarganya menaiki MRT pada akhir pekan, jika memungkinkan setiap hari.

“MRT Jakarta ini lebih modern dari MRT yang terdapat di beberapa negara Eropa yang dibangun sekitar 40 atau ratusan tahun lalu. Karena MRT Jakarta ini sangat modern, Anda bisa merasakan pendingin udaranya, melihat platformnya jadi ini standar terbaik yang berhasil Anda miliki,” kata Vincent dalam wawancara saat mencoba MRT Jakarta bersama puluhan duta besar dan perwakilan diplomatik dari negara-negara Eropa.

Dubes UE itu juga menambahkan bahwa dirinya dan para kolega dubes serta perwakilan negara-negara Eropa lainnya menjajal MRT Jakarta, dalam rangka mendukung proyek transportasi Indonesia yang luar biasa tersebut.

“Saya percaya bahwa sangat penting bagi kota besar seperti Jakarta untuk memiliki sistem moda transportasi massal modern seperti MRT Jakarta ini,” katanya seperti dikutip antaranews.

Di sela-sela wawancara Dubes UE untuk Indonesia Vincent Guerend memuji MRT Jakarta. “Bagus,” tuturnya dalam bahasa Indonesia sambil mengacungkan dua jempol.

Selain Vincent, turut pula Dubes Perancis, Dubes Belgia, Dubes Italia, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Belanda, Kuasa Usaha Kedutaan Besar Bulgaria yang mencoba pertama kali MRT Jakarta.

Didampingi oleh Corporate Secretary PT Mass Rapid Transit Jakarta Muhammad Kamaluddin dan Direktur Pengembangan Bisnis PT Mass Rapid Transit Jakarta Ghamal Peris, para dubes dan perwakilan diplomatik negara-negara Eropa menjajal MRT mulai dari Stasiun Bundaran Hotel Indonesia hingga Stasiun MRT Lebak Bulus pulang pergi.

BEROPERASI MARET

Sebelumnya Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menjelaskan moda transportasi baru di Jakarta ini akan beroperasi pada Maret mendatang. Menurut dia persiapan operasional hingga saat ini sudah sangat matang.

“Kita memang merasa sudah sangat siap untuk memulai, kita sudah yakin Maret bisa beroperasi. Ya, kira-kira minggu ketiga atau minggu keempat,” kata William dalam blak-blakan detikFinance, akhir pekan lalu di kantornya.

Dia menyebutkan operasional ditargetkan terlaksana pada 24-31 Maret.

William optimis tak ada kendala, sehingga tak ada potensi operasionalnya mundur. Hal ini karena progres pembangunan dan operasional sudah 98,6%.

Baca juga: Soal Tarif MRT Jakarta, Kepala Bappenas: Sangat Terjangkau

Serangkaian uji coba yang dilakukan sejak 24 Desember 2018 sudah berjalan dengan baik. Kemudian positioning juga berjalan baik.

“Minggu ini kita tes 8 kereta secara otomatis juga berjalan dengan baik. Nanti kita akan tes lagi yang full pada 26 Februari, jadi kita punya waktu yang cukup sebenarnya sekitar 3-4 minggu untuk persiapan,” ujarnya.

Memang dalam persiapan, William menyebut tak ada yang bisa menjadi 100% terbebas dari hal-hal yang tidak diinginkan. Namun dengan indikator teknis yang sudah menuju proses operasi komersial maka seluruhnya bisa terlaksana dengan baik.

Kemudian, aspek teknis juga tak lepas dari perhatian William. Misalnya, kereta harus berjalan sesuai waktu yang ditentukan. Yakni setiap 30 menit dan tidak ada delay.

Persiapan untuk sumber daya manusia (SDM), pelatihan hingga sertifikasi bukanlah hal yang substansif karena sudah sepenuhnya diselesaikan.

“Sekarang yang substansif itu adalah sistemnya siap, keretanya siap, seluruh personel siap dan hubungan operasi sudah siap, itu terukur terkontrol dengan baik,” jelas dia.

TARIF TERJANGKAU

Sedangkan tentang arif MRT Jakarta, sedang digodok oleh Pemprov DKI Jakarta. Ada dua tarif yang menjadi pilihan yakni Rp 8.500/10 km dan Rp 10.000/10 km.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan kedua opsi tarif tersebut terjangkau untuk penduduk di kota Jakarta. Dengan tarif berdasarkan jarak yang ditempuh, maka angka tersebut menurutnya sudah terjangkau.

“Jadi lihat harga tadi, yang berbasis berapa stasiun yang dilewati, menurut saya sudah sangat terjangkau. Feasible, layak mengingat daya beli dari penduduk Jakarta sendiri kan kami ketahui berapa pendapatan per kapita Jakarta yang termasuk tertinggi di Indonesia,” katanya.

(antara).

loading...