Angkasa Pura 2

Progres Pembangunan 53 Persen, Bandara New Yogyakarta International Airport Optimistis Dioperasikan April 2019

BandaraSelasa, 12 Februari 2019
pembangunan-landasan-pacu-nyia-sepanjang-3250-meter-di-temon-kulonprogo_1_20180921_081102

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Proyek pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga 6 Februari 2019 sudah mencapai 53 persen.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi memperkirakan pada pengoperasian Bandara NYIA pada April 2019 nanti, fasilitas sisi udara (airside) yang meliputi landas pacu, rapid taxiway 1, holding bay 1, paralel taxiway, exit taxiway, dan apron ditargetkan selesai 100 persen.

Kemudian, fasilitas sisi darat (landside), seperti gedung terminal seluas 12 ribu meter persegi, gedung penunjang, seperti gedung PKP-PK, kargo dan EMPU, masjid, Main Power House (MPH), dan gedung administrasi, juga tuntas 100 persen.

“Kami optimistis dapat menyelesaikan proyek pembangunan salah satu bandara terbesar di Indonesia ini sesuai jadwal yang telah tetapkan,” ujarnya, seperti dilansir Antara, Senin (11/2).

Secara keseluruhan, saat pengoperasian terminal internasional, progres pembangunan NYIA telah mencapai 50 persen, dengan terminal seluas 12 ribu meter persegi, runway sepanjang 3.250 x 45 meter, empat unit garbarata, termasuk area parkir yang mampu menampung hingga 500 kendaraan.

“Rencananya, pada minggu kedua Maret nanti ditargetkan proses verifikasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DJPU) Kementerian Perhubungan RI dapat dilakukan,” terang dia.

Bandara NYIA merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diamanatkan oleh Pemerintah RI kepada Angkasa Pura I. NYIA mendesak untuk dibangun mengingat Bandara Adisutjipto saat ini sudah dalam kondisi ‘lack of capacity’.

Menurut dia, hadirnya NYIA merupakan wujud komitmen Angkasa Pura I dalam mendukung pengembangan konektivitas udara dan pendorong pengembangan wilayah. Bagi pengguna jasa, keberadaan NYIA akan meningkatkan ‘level of service’ dalam aspek pelayanan, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan.

“Harapannya, DIY akan menjadi semakin istimewa dengan hadirnya NYIA,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Faik, Angkasa Pura I sebagai pemrakarsa proyek NYIA juga telah memerhatikan sisi mitigasi potensi bencana di wilayah pantai selatan Yogyakarta. Landas pacu NYIA dibangun pada ketinggian 7,8 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan berjarak satu kilometer dari pantai.

“Sementara, apron berada 8 mdpl dan terminal 9 mdpl. Bangunan terminal juga telah dirancang tahan terhadap ancaman gempa bumi hingga 8,8 skala richter,” ungkapnya.

Pada Desember 2019 nanti, pembangunan NYIA akan selesai 100 persen untuk pembangunan fase 1. NYIA akan memiliki terminal seluas 210 ribu meter persegi berkapasitas 14 juta penumpang per tahun atau 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto.

NYIA juga akan menjadi bandara terbesar ketiga di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta di Banten dan Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.

“Kehadiran NYIA diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta serta memiliki multiplier effect (efek domino) yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan logistik di Yogyakarta dan sekitarnya,” tandasnya. (via).

loading...