Angkasa Pura 2

Mengenal Tugas Baru Inspektorat Jenderal Kemenhub

SDMJumat, 15 Februari 2019
FB_IMG_1550209412889

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Bersamaan dengan perubahan organisasi, Inspektorat Jenderal Kementerian Perhubungan juga melakukan beberapa perombakan tugas Inspektur.

Bila sebelumnya berdasarkan sub sektor dan wilayah kini menurut Irjen Kemenhub Wahju Satrio Utomo (Tommy) dibagi lebih luas berdasarkan wilayah dan jumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT).

“Setiap inspektorat memiliki tugas di Indonesia Barat dan Timur, rata-rata mereka bertanggungjawab pada 145-150 UPT,” ujar Tommy kepada BeritaTrans.com ditulis Jumat (15/2/2019).

Inspektorat I diuraikannya, untuk pembagian wilayah yakni area Sumatera 20 UPT di Aceh dan 10 di Sumatera Barat. 19 di Jawa Tengah, 18 di Kalimantan Tengah, 16 di Sulawesi Utara, Lima di Sulawesi Barat.

Selanjutnya 10 di Bali, 18 di Maluku Utara, 28 di Papua Barat Dengan total UPT 146. Ditambah enam Ditjen Perhubungan Darat, tiga BPSDM, dan satu Itjen dengan Inspektur Muryadi.

“Inspektorat II dengan Inspektur Imam Hambali membawahi 142 UPT ditambah enam Ditjen Laut dan satu BPTJ,” ungkap dia.

Adapun UPT wilayah kerjanya antara lain 32 di Sumatera Utara, enam di Bangka Belitung, 15 di Banten, 13 di Jawa Barat. Sembilan di Kalimantan Selatan, 12 di Kalimantan Utara, 28 dk Sulawesi Selatan, dan 27 di Maluku.

Inspektorat III dengan Inspektur Anto meliputi wilayah kerja 19 UPT di Riau, enam di Bengkulu, delapan di Jambi, 28 di Jawa Timur. 17 di Kalimantan Timur, 21 di Sulawesi Tengah, 10 di NTB, dan 29 di NTT.

“Total 138 UPT ditambah enam Ditjen Perhubungan Udara dan lima Balitbang,” kata Tommy

Terakhir Inspektorat IV dipimpin Inspektur Heri sebanyak 138 UPT dan lima di lingkungan Ditjen Perkeretaapian pusat serta satu Setjen.

Uraiannya adalah 15 di Kepulauan Riau, tujuh di Sumatera Selatan, sembilan di Lampung, 16 di DKI Jakarta. Selajutnya 14 di Kalimantan Barat, enam di Gorontalo, 13 di Sulawesi Tenggara, dan 52 di Papua.

“Saya menegaskan agar seluruh auditor yang melaksanakan tugas di wilayah kerjanya, agar kembali ke Jakarta setelah benar-benar menyelesaikan masalah yang ditemukan,” tutur dia.

Tommy ingin agar Itjen bukan sebagai institusi yang ditakuti tetapi justru dirindukan kehadirannya. Apalagi ada 19 tambahan tugas Itjen yang tidak ringan.

“Diharapkan Itjen Dirindukan kehadirannya, karena dapat menyelesaikan masalah, bukan dihindari,” pungkasnya. (omy)

loading...