Angkasa Pura 2

Permintaan Kenaikan Tarif Ojol Datang Dari Mitra Pengemudi

KoridorJumat, 15 Februari 2019
Azas Tigorr

gojek

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Berdasarkan hasil survei Rised, 40,9 persen responden penguna ojek online sebagai transportasi untuk menuju ke sarana transportasi publik. Namun, rencana kenaikan tarif ojek online akan mengakibatkan keengganan publik untuk naik transportasi publik, serta minimnya pemanfaatan transportasi publik.

Sementara, permintaan menaikan tarif Ojol adalah datang dari para pengemudi Ojol sendiri. Para pengemudi Ojol merasakan bahwa tarif Ojol sekarang sudah sangat murah dan tidak manusiawi yakni sekitar Rp1.000-Rp1.600 per km.

“Tarif murah itu ditetapkan sendiri oleh para aplikator dan para pengemudi hanya bisa menerima tanpa bisa menolak,” kata Direktur Fakta Azas Tigor Nainggolan kepada BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, para aplikator juga memberlakukan pemotongan sebagai uang jasa penggunaan aplikasi sebesar 20% per order.

“Akibat dari tarif murah dan tingginya pemotongan tersebut para driver tidak bisa melakukan perawatan atau servicenya rutin dan banyak tidak bisa memperpanjang atau membayar kredit kendaraan motornya,” kritik Tigor.

Sementara, menolak keinginan menaikan tarif ojol tentu adalah datang dari pihak aplikator. Rencana mengevaluasi dan mengawasi penetapan besaran tarif ini sedang digodok masuk dalam Rancangan Peraturan Menteri Perhubungan (RPM) yang tengah berjalan.(helmi)

loading...