Angkasa Pura 2

Tiket Pesawat Terbang Mahal Karena Avtur, Ini Kata Direktur Reforminer Institute

Ekonomi & Bisnis Energi KokpitJumat, 15 Februari 2019
IMG_20190215_193743

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Masyarakat Indonesia termasuk para pejabatnya sedang sibuk berdebat mengenai tingginya harga tiket pesawat terbang. Anehnya, avtur dituding sebagai biang keroknya dari masalah ini.

Namun, Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, avtur menyumbang sekitar 20 persen dari harga tiket pesawat. Sementara, masih ada 80 persen komponen biaya lainnya.

Kalau hanya avtur yang dijadikan fokus utama, jelas Komidi, nampaknya kurang proporsional. “Pasalnya, masih ada 80 persen komponen biaya lainnya,” kata Komaidi menjawab BeritaTrans.com fi Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Untuk saat ini, menurut Komaidi, harga avtur Pertamina di beberapa bandara di Tanah Air sudah cukup kompetitif, bahkan dibandingkan Singapura.

Komaidi juga pengamat energi itu menerangkan, sejauh ini tidak ada regulasi yang melarang swasta untuk masuk ke bisnis avtur di Indonesia.

“Hanya saja, belum ada swasta yang berani masuk dan bersaing dengan Pertamina,” sebut Komidi.

DirektorJenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan, porsi biaya avtur ke komponen tarif penerbangan saat ini mencapai kisaran 24 persen dari seluruh komponen biaya maskapai.

Dan, menurut Dirjen Polana, masih ada berbagai komponen biaya lain seperti pemeliharaan, sewa pesawat, asuransi, catering, dan sebagainya.

Disela-sela kampanye keselamatan penerbangan di Bandara Soetta, Dirjen Polana berjanji akan mengawasi dan memantau dinamika harga tiket pesawat udara serta rencana penerapan bagasi berbayar.

“Tapi sejauh ini, harga tiket penerbangan masih normal dan belum melampaui tarif batas atas yang ditetapkan Pemerintah/ Kemenhub,” kilah Dirjen Polana.

Semua Harus Berkontribusi

Dia menambahkan, banyak faktor penyebab tingginya harga tiket pesawat terbang. “Untuk memantau bahkan menurunkannya (tarif pesawat) juga harus bersama-sama.”

“Termasuk Pemda, harus ikut berkontribusi sehingga load factor naik dan harga tiket pesawat bisa ditekan lagi,” tegas Dirjen Polana.(helmi)

loading...