Angkasa Pura 2

Proyek Yang Dipaksakan, Tol Balikpapan- Samarinda Hemat Perjalanan Darat Jadi 1 Jam

Emplasemen KoridorSabtu, 16 Februari 2019
Djoko-  Orchard

IMG-20190216-WA0005

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kehadiran jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang  (99,55 km) akan dapat memangkas waktu tempuh kendaraan darat kedua kota besar di Kalimanan Timur (Kaltim) itu.

Saat ini, perjalanan yang dari Kota Balikpapan menuju Samarinda menghabiskan waktu hingga 3 jam. Namun, dengan kehadiran tol ini menjadi lebih singkat hanya 1 jam saja.

Namun begitu, pembangunan tol Balikpapan-Samarinda dinilai kurang layak. Apalagi, jalan arteri di Kaltim khususnya dari Balaikpapan-Samarinda masih cukup.

“Tol (Balikpapan-Samarinda)  ini sebenarnya kurang layak, tapi dipaksakan harus ada,” kritik Kepala Lab TRansportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (16/2/2019).

Menurut akademisi senior ini, jalan (arteri) yang ada  di Kaltim masih cukup memadahi. Selama ini, transportasi kedua daerah serta distribusi logistik ke Samarinda masih cukup lancar.

“Selain ada jalan arteri di Kaltim, distribusi logistik bisa dilakukan melalui jalur sungai Mahakam menuju Samarinda,” kilah Djoko.

Bangun KA Lebih Murah

Djoko Setjorwarno menambahkan,  kalau membangun jalur kereta api (KA) Balikapan-Samarinda bisa lebih murah lagi.

Sayang, aku Djoko, dengan membangun jalan tol (Balikpapan-Samarinda)  lebih prestise dibandingkan membangun jalur KA.

Dari sisi biaya, menurut Djoko,  jelas lebih murah membanun jaur KA. “Membangun jalan tol biayanya  Rp125 miliar – Rp150 miliar per km. Tapi dapat dana pinjaman dari  China,” terang Djo.

Sementara, membangun jalur KA hanya butuh dana Rp 30 miliar – Rp40 milir per km ruas rel. “Jadi ada penghematan dana yang cukup signifikan dengan membangun KA,” tegas Djoko. (helmi)