Angkasa Pura 2

Harga Avtur Turun, Menhub: Tiket Pesawat Ikut Turun

Energi KokpitMinggu, 17 Februari 2019
2019-02-12 18.09.22

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi yakin maskapai penerbangan akan menurunkan harga tiket pesawat, setelah PT Pertamina (Persero) menurunkan harga avtur. Penurunan tarif dimungkinkab karena salah satu komponen pembentukan harga tiket pesawat adalah harga avtur.

“Hari ini saya dengar ada penurunan avtur, jadi ada suatu hal yang konstruktif di mana avturnya turun tarif turun,” kata Menhub Budi, kemarin.

Penurunan harga avtur Pertamina, merupakan buah dari penerapan formula harga avtur, yang tercantum dalam Keputusan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 17 Tahun 2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

“Penurunan avtur kalau tidak salah 5 sampai 8 persen. Yang mengeluarkan penurunan harga itu Menteri ESDM,” jelasnya.

Keyakinan Menteri Budi terhadap penurunan harga tiket pesawat pun bertambah, setelah Garuda Indonesia menurunkan harga tiketnya. Keputusan maskapai penerbangan plat merah tersebut akan diikuti maskapai penerbangan lain.

“Saya mengapresiasi Garuda sudah menurunkan tarifnya sebanyak 20 persen. Tentu memerlukan suatu perjuangan sebagai mekanisme Bisnis biasanya Garuda sebagai market leader kalau Garuda turun yang lain turun karena tak mungkin Garuda 1,5 juta Batik 1,5 juta pasti dia turun jadi 1,4. Citilink juga akan turun,” paparnya.

Namun Menhub Budi mengaku, sebagai regulator tidak bisa melakukan intervensi harga tiket. Sebab itu pihaknya menyerahkan penetapan besaran harga tiket melalui mekanisme pasar.

“Saya regulator sebenarnya hanya mengatur batas atas batas bawah, sekarang mereka itu masih dalam range batas atas batas bawah. Tetapi ini memang ada komplain masyarakat karena selama ini ada di batas bawah ke batas atas oleh karenanya dialog dilakukan,” tandasnya.

RP7.960/LITER
Sebelumnya diberitakan manajemen PT Pertamina menurunkan harga jual avtur dari sebelumnya Rp8.210 per liter menjadi Rp7.960 per liter untuk Bandara Soekarno-Hatta.

Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan, harga baru avtur ini sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 17/2019 tentang Formula Harga Dasar dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Avtur yang Disalurkan Melalui Depot Pengisian Pesawat Udara.

Menurut Arya, Pertamina secara rutin melakukan evaluasi dan penyesuaian harga avtur secara periodik, yaitu sebanyak dua kali dalam sebulan.

“Untuk periode kali ini, harga avtur mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya,” kata Arya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Sabtu.

Arya mencontohkan harga avtur (published rate) untuk Bandara Soekarno Hatta Cengkareng mengalami penurunan dari sebelumnya Rp8.210 per liter menjadi Rp7.960 per liter.

Harga ini, kata Arya, lebih rendah sekitar 26 persen dibandingkan harga avtur (published rate) di Bandara Changi Singapura yang terpantau per tanggal 15 Februari 2019 sekitar Rp10.769 per liter.

Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak dunia, nilai tukar rupiah dan faktor lainnya.

“Pertamina berharap penurunan harga avtur ini juga merupakan bentuk dukungan Pertamina terhadap industri penerbangan nasional, yang diharapkan juga berdampak pada industri lainnya termasuk pariwisata,” ujar Arya.

Arya juga menambahkan harga jual avtur untuk setiap maskapai ditetapkan berdasarkan kesepakatan Pertamina sebagai penyedia dan maskapai penerbangan sebagai konsumen.

Arya menegaskan Pertamina terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik untuk masyarakat dengan menyediakan bahan bakar pesawat udara di 67 bandara yang tersebar di Indonesia.

loading...