Angkasa Pura 2

Kepada Pengemudi, Menhub Janjikan PM Ojol Akan Terbit Bulan Depan

KoridorSenin, 18 Februari 2019
5c67db95-d8c2-4aa6-ad71-0618360f8534

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono, Minggu (17/2/2019) melakukan dialog bersama pengemudi ojek online (ojol) dengan tema “Ngobrol Ojol Bareng Menhub”. Kegiatan ini mengambil tempat di The Breeze BSD, Tangerang Selatan.

Pada kesempatan ini Menhub menyampaikan bahwa perlu untuk segera dibuat aturan mengenai ojek online (ojol). Ia menyebutkan bahwa saat ini pihaknya telah menyiapkan aturan tersebut. Bila tidak ada aral melintang maka bulan Maret 2019 atau bulan depan aturan ini sudah dapat diterbitkan.

“Kita perkirakan untuk aturan ini akhir Maret, karena kira-kira minggu ke dua atau ketiga Maret baru selesai dari Kemenkumham. Yang akan diatur adalah masalah tarif, perlindungan kepada konsumen, serta yang komprehensif itu adalah masalah keselamatan,” jelas Menhub.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa keselamatan harus diutamakan kita tuangkan dalam peraturan itu agar para pengemudi ini terlindungi.

Siapkan Aturan Ojol

Menhub mengatakan, Kemenhub (Kementerian Perhubungan) telah menyiapkan aturan ini karena ojol adalah angkutan yang sangat dibutuhkan masyarakat, banyak hal positif yang didapat dari keberadaan ojek online ini.

Menhub meminta agar pengemudi ojol semua menaati aturan yang ada. “Ojol sangat dibutuhkan masyarakat. Bahkan Presiden Jokowi mengatakan ini adalah profesi yang mulia. Ojol ini memberikan service yang luar biasa, ini juga memberikan penghasilan bagi masyarakat banyak. Tetapi sebagai profesi, mereka ini ada risikonya,” terang Menhub.

“Dalam transportasi yang namanya profesi, keselamatan itu harus dilindungi, karenanya kita katakan lakukan profesi ojol dengan berkeselamatan, tadi kita sosialisasikan. Saya harapkan makin hari, ojol ini makin kompak tapi taat aturan, seperti harus pakai helm, tidak boleh mengebut, jangan menggerombol, dan jangan kasar-kasar di jalan,” tandas Menhub Budi Karya.(helmi)

loading...