Angkasa Pura 2

KM Lambelu dan Bukit Siguntang Docking

DermagaSenin, 18 Februari 2019
images (14)

NUNUKAN (BeritaTrans.com) – Kapal Motor (KM) Lambelu dan KM Bukit Siguntang, untuk sementara tidak berlayar menuju Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kaliantan Utara.

Sebab, sedang dilakukan perawatan sehingga harus docking. Belum ada jadwal resmi kedua kapal tersebut kembali masuk ke Nunukan.

Sehingga penumpang di Nunukan yang ingin menggunakan transportasi laut, hanya dapat menggunakan kapal swasta. Dengan rute Nunukan ke Parapare, Sulawesi Selatan. Sedangkan untuk rute lain belum disiapkan dua kapal tersebut.

“Tidak ada jadwal kapal Pelni, sudah dari kantornya tapi hanya ada informasi bahwa kapal sedang dok,” kata calon penumpang tujuan Sulawesi Selatan, Rosmini.

Kapal PT Pelayaran Indonesia (Pelni) yang masuk ke Nunukan ada dua, yakni KM Bukit Siguntang dan KM Lambelu. Namun kedua kapal sementara dok. Sesuai yang tertulis di papan informasi Kantor PT Pelni Cabang Nunukan. Jika ingin menggunakan angkutan laut hanya dapat menaiki kapal swasta.

Menurutnya, penumpang senang menggunakan kapal Pelni, karena harga tiket tidak mengalami kenaikan. Berbeda dengan kapal lain, sedangkan waktu yang dapat ditempuh tidak terlalu lama. Seperti Nunukan ke Parepare memakan waktu dua hari dua malam.

“Untuk sementara ini saya menggunakan kapal swasta, daripada tidak jadi pulang kampung,” ujarnya.

60bcf99aaeb545e0d4f48bd6a2bb1d59

Kepala PT Pelni Cabang Nunukan, Musli membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kapal yang sedang dok yakni KM Lambelu sejak awal Februari. Dipastikan pertengahan Februari kembali aktif. Setelah itu dilanjutkan dok untuk KM Bukit Siguntang.

“Jadi doknya itu bergantian antara KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang,” kata Musli.

Dia menjelaskan, kapal dilakukan dok, karena ingin dilakukan pembersihan serta perawatan. Karena kapal akan dinaikkan ke daratan. Terutama bagian bawah kapal harus dibersihkan. Termasuk pemeriksaan mesin hingga baling-baling kapal.

Selama beroperasi kedua kapal tersebut, tidak pernah dilakukan perawatan secara menyeluruh hingga ke mesin. Hanya perawatan sementara jika kapal sedang jalan atau singgah di salah satu pelabuhan yang dituju.

“Sebenarnya perawatan ada dilakukan, seperti ganti oli mesin. Namun jika di dok tentu perawatan berbeda dilakukan,” ujarnya.

loading...