Angkasa Pura 2

Sosialisasi Hasil Investigasi KNKT, Ini Triks Jitu Achmad Wildan Gaet Kampus dan Balitbang

Koridor SDMJumat, 22 Februari 2019
IMG-20190222-WA0019

IMG-20190222-WA0017

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Investigator senior KNKT Achmad Wildan, ATD, MT terus melakukan sosialisasi dan pengembanhan hasil-hasil investigasi KNKT ke masyarakat termasuk dunia akademik di Tanah Air. Bukan hanya itu, bahkan di forum diskusi Balitbang Perhubungan di Jakarta.

“Semua itu merupakan tugas pokok dan fungsi KNKT. Dan, saya melakukan itu sebagai bagian pengabdian sebagai insan KNKT,” kata Wildan kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Jumat (22/2/2019).

Dikatakan,  sekarang saja (Jumat, pagi) juga menjadi narasumber di Balitbang. Diskusi ini terkait hasil penelitian mereka tentang transportasi B3 (bahan berbahaya dan beracun).

“Penelitian tersebut¬† dilakukan Balitbang guna menindaklanjuti hasil investigasi KNKT (tentang kasus kecelakaan truk B3,” jelas Wildan.

Artinya, papar Wildan, upaya sosialisasi hasil-hasil investigasi KNKT tidak hanya dilakukan dengan kampus PKTJ Tegal dan STTD Bekadi, tapi dengan Litbang.

“Saya rangkul mereka semua, agar setiap hasil investigasi KNKT dapat tersosialisasikan dengan optimal ke masyarakat,” kilah Wildan.

Kalangan perguruan tinggi baik dosen atau taruna serta peneliti Balitbang akan menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan ke amsyarakat.

“Mereka bisa ikut sosalisasi, bahkan menulis atau meneliti soal keselamatan transportasi masa kini atau mendatang,” kilah Wildan.

Teliti Keselamatan Transportasi

Seperti diketahui, kandidat doktor di Univerits Tarumanegara Jakarta itu juga mengangkat masalah tentang keselamatan transportasi dalam disetasinya.

Pergulatan dan kerja keras selama di KNKT akan terus dikembangkan bahkan diperkat dengan penelitian ilmiah baik ditingkat taruna/ mahasiswa bahkan sampai level doktoral atau S-3.

“Proses edukasi ke masyarakat mengenai keselamatan transportasi harus terus dilakukan, agar korban kecelakaan transportasi bisa dicegah. Paling tidak ditekan semaksimal mungkin,” tegas Wildan.(helmi)

loading...