Angkasa Pura 2

Bisnis Avtur di Bandara Sama Dengan SPBU, Siapa Yang Mau Masuk ?

Bandara Ekonomi & Bisnis EnergiSabtu, 23 Februari 2019
garuda isi avtur1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan, pola bisnis avtur (bahan bakar pesawat terbang) di Indonesia sama halnya dengan distribusi BBM di SPBU. Hanya saja, bisnis Avtur membutuhkan modal lebih besar karena biaya sewa di bandara mahal dan perlu didukung sarana pengisian yang berbeda dengan kendaraan di SPBU.

Komaidi menegaskan tidak ada larangan perusahaan lain untuk masuk ke bisnis pemasaran avtur di Indonesia. Namun, tantangannya, Pertamina sudah lebih dulu bermain sehingga sudah memiliki kerja sama dengan pelanggan maskapai yang loyal.

Misalnya, kata Komaidi, Pertamina dan maskapai nasional Garuda Indonesia yang sama-sama perusahaan pelat merah akan bersinergi.

“Salah satu perusahaan yang mundur setelah mencoba adalah Shell. Pada 2007 lalu, Shell pernah mencoba masuk memasarkan avtur di Bandara Soekarno-Hatta melalui Shell Aviation. Namun, dua tahun kemudian bisnis tersebut ditutup,” sebut @reforminer institut dan @komaidi notonegoro.

“Kalau maskapai sudah loyal dengan penyedia yang ada, misalnya Pertamina, Shell masuk otomatis sudah tidak ada market-nya karena segmennya kan sempit,” terang Komaidi.

Belakangan, ada perusahaan patungan PT Dirgantara PetroIndo Raya (Air BP-AKR Aviation) disebut-sebut siap masuk ke bisnis avtur di berbagai bandara di Tanah Air.

Pada 2017 lalu, kedua perusahaan juga telah membentuk JV untuk pengembangan bisnis BBM ritel di Indonesia melalui PT Aneka Petroindo Raya (APR). Melalui APR, BP dan AKR ini membangun 350 unit SPBU di Indonesia selama satu dekade ke depan.

Saat ini, jumlah SPBU yang beroperasi baru 4 SPBU di Jakarta dan sekitarnya. Ekspansi bisnis AKR-BP ini sejalan dengan keinginan pemerintahan Joko Widodo yang ingin agar bisnis avtur tidak dimonopoli oleh PT Pertamina. Kita tunggu realisasinya.(helmi)

loading...